-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-

Google Gugat Dua Peretas Asal Rusia Atas Dugaan Skema Peretasan Komputer

GoBotnet Robot Ilustrasi. [bannosuke/gettyimages]ogle Tuntut Dua Peretas Asal Rusia Atas Dugaan Skema Peretasan. [Ilustrasi via bannosuke/gettyimages]
Botnet Robot Ilustrasi. [bannosuke/gettyimages]

DOXTIMES.COM – Google Alphabet Inc. dikabarkan telah menggugat dua peretas warga negara Rusia bernama Dmitry Starovikov dan Alexander Filippov atas dugaan skema peretasan komputer.

Dalam sebuah gugatan, dua orang rusia itu beserta 15 orang tak dikenal lainnya diklaim berada di balik serangan Glupteba, sebuah “botnet” yang telah menyebabkan kerusakan lebih dari satu juta komputer. Pelaku diduga mengeksploitasi sistem perangkat komputer untuk mecuri informasi pribadi.

Starovikov dan FIlippov tidak langsung menanggapi tuduhan tersebut. Kedua peretas asal rusia dan 15 orang tak dikenal itu dihukum karena melakukan aksi penipuan, penyalahgunaan komputer, pelanggaran merek dagang, dan pelanggaran lainnya.

Glupteba diklaim telah menginfeksi jutaan perangkat Windows di seluruh dunia, bahkan penyebarannya hingga mencapai ribuan setiap hari.

Biasanya pengguna terinfeksi setelah mengunduh aplikasi gratis dari pihak ketiga. Pelaku dapat memanfaatkan Botnet tersebut untuk mencuri data akun pengguna Google.

Selain itu, Glupteba juga diduga digunakan oleh pelaku untuk penambangan mata uang kripto dan dapat mengalihkan lalu lintas internet orang lain melalui komputer dan router yang terinfeksi.

“Glupteba terkenal karena mencuri kredensial dan data pengguna, menambang kripto pada host yang terinfeks, dan menyiapkan proxy untuk menyalurkan lalu lintas internet orang lain melalui mesin dan router yang terinfeksi,” kata Google dalam postingan blog.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.