-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-
Eropa, News  

Polisi Swedia Menembaki Protes Terhadap Rencana Pembakaran AlQuran

Polisi dan personel ambulans membawa seorang pria yang terluka yang tertembak di kaki selama kerusuhan di Norrkoping [Stefan Jerrevang/AFP]
Polisi dan personel ambulans membawa seorang pria yang terluka yang tertembak di kaki selama kerusuhan di Norrkoping [Stefan Jerrevang/AFP]

DOXTIMES.COM – Polisi Swedia menembaki pengunjuk rasa yang melakukan protes terhadap rencana pembakaran Alquran di kota timur Norrkoping, setidakya tiga orang dilaporkan terluka dalam kejadian tersebut.

Empat orang ditangkap ketika pengunjuk rasa melemparkan batu ke arah petugas dan membakar mobil, kata polisi.

“Polisi melemparkan beberapa tembakan peringatan. Tiga orang tampaknya terkena pantulan dan sekarang dirawat di rumah sakit,” kata polisi dalam sebuah pernyataan, menambahkan tidak ada cedera serius.

“Ketiganya yang terluka ditangkap karena dicurigai melakukan kejahatan,” tambahnya.

Pengunjuk rasa telah terlibat bentrok dengan polisi selama beberapa hari terakhir, menyebabkan beberapa kendaraan terbakar dan beberapa petugas cedera.

Kekerasan dimulai pada hari Kamis setelah Rasmus Paludan, pemimpin garis keras partai politik sayap kanan Denmark, menyelenggarakan demonstrasi.

Paludan, yang memiliki izin untuk serangkaian demonstrasi di Swedia selama akhir pekan Paskah, dikenal karena pembakaran AlQuran.

Menurut laporan layanan kesehatan, setidaknya 10 orang dirawat di rumah sakit dengan luka ringan setelah bentrokan dan kerusuhan di kota tetangga Linkoping.

Sebuah bus terbakar di Malmo setelah pelaku melemparkan benda terbakar kearah kendaraan tersebut.

Kendaraan dan beberapa tempat sampah lainnya juga dibakar di Malmo pada Sabtu malam.

Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.