-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-
Eropa, News  

Warga Ukraina Terjebak di Kota Saat Pertempuran Sedang Berlangsung

Kebakaran terlihat di Mariupol di daerah perumahan setelah penembakan di tengah invasi Rusia ke Ukraina 3 Maret 2022. Twitter / AyBurlachenko]
Kebakaran terlihat di Mariupol di daerah perumahan setelah penembakan di tengah invasi Rusia ke Ukraina 3 Maret 2022. Twitter / AyBurlachenko]

DOXTIMES.COM – Sekitar 200.000 warga terjebak di kota Mariupol, Ukraina saat pertempuran sedang berlangsung dan upaya evakuasi selama akhir pekan terpaksa dihentikan.

Kebanyakan orang yang terperangkap di kota pelabuan Mariupol tidur di bawah tanah untuk menghindari penembakan oleh pasukan Rusia yang telah memutus pasokan makanan, air listrik dan pemanas, kata pihak berwenang Ukraina.

Rencanannya sekitar setengah dari 400.000 orang di kota itu akan mulai dievakuasi pada hari Minggu, tetapi uapaya tersebut dibatalkan karena recanan gencatan senjata gagal.

Dalam sebuah postingan Twitter, ICRC mengatakan bahwa upaya evakuasi di Mariupol, Ukrana hari Minggu telah gagal.

“Kami bukan dan tidak bisa menjadi penjamin perjanjian gencatan senjata antara para pihak atau pelaksanaannya. Sebagai perantara kemanusiaan yang netral dan tidak memihak, kami telah memfasilitasi dialog antara pihak-pihak terkait perjalanan yang aman bagi warga sipil. Warga sipil membutuhkan keamanan.
Para pihak perlu menyepakati tidak hanya pada prinsipnya tetapi juga pada perincian lintas yang aman. Khususnya waktu, lokasi, dan rute evakuasi tertentu. Siapa yang dapat dievakuasi secara sukarela. Apakah bantuan dapat didatangkan, bukan hanya evakuasi warga sipil yang keluar,” katanya.

Baca juga:  Rusia Mengatakan Israel Mendukung neo-Nazi di Ukraina

“Hari ini (Minggu), tim kami mulai membuka jalur evakuasi dari Mariupol sebelum permusuhan berlanjut. Kami tetap berada di Mariupol dan siap membantu memfasilitasi upaya lebih lanjut, jika para pihak mencapai kesepakatan, yang harus mereka implementasikan dan hormati. Orang-orang di Mariupol dan di tempat lain di Ukraina hidup dalam situasi putus asa. Mereka harus dilindungi setiap saat. Mereka bukan sasaran. Orang-orang sangat membutuhkan air, makanan, tempat tinggal. Dasar-dasar kehidupan. Kami membutuhkan jaminan keamanan untuk dapat memberikan bantuan kepada mereka,” tambahnya.

Sebelumnya Moskow membantah bahwa pihaknya menargetkan wilayah sipil dan mengatakan tidak ada rencana untuk menduduki Ukraina.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dalam panggilan telepon dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan bahwa dirinya siap berdialog untuk mengakhiri perang tetapi jika pasukan Ukraina berhenti melawan dan menerima semua tuntutannya.

Baca juga:  Rusia: Pasokan Senjata Ukraina Mengancam Keamanan Eropa

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatakan Rusia tentang kekejaman terhadap warga sipil, mengatakan pada akhirnya Rusia akan menghadapi hukuman.

“Bagi Anda tidak akan ada tempat yang damai di bumi ini, kecuali kuburan,” katanya dalam sebuah pidato semalam.

Harga minyak kini melonjak di perdagangan Asia setelah Biden mengatakan sedang menjajaki pelarangan impor minyak Rusia. Diketahui Rusia adalah negara yang menyediakan 7 persen dari pasokan minyak global.

Amerika Serikat kini berdiskusi dengan Jepang dan negara-negara Eropa lainnya tentang kemungkinan pelarangan impor minyak Rusia.

Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.