-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-
News, Saham  

Soal Akun Palsu, Elon Musk Ancam Mundur dari Kesepakatan Twitter

Soal Akun Palsu, Elon Musk Ancam Mundur dari Kesepakatan Twitter. [Gambar Ilustrasi]
Soal Akun Palsu, Elon Musk Ancam Mundur dari Kesepakatan Twitter. [Gambar Ilustrasi]

DOXTIMES.COM – Miliader Elon Musk telah mengancam akan mundur dari kesepakatan senilai USD 44 militer untuk membeli Twitter jika platform itu tidak memberikan data yang dia minta mengenai akun bot dan spam atau akun palsu.

Dalam sebuah surat ke Twitter yang dilayangkan pada hari Senin, bahwa pengacara Tesla dan CEO SpaceX menuduh perusahaan media sosial itu menolak dan menggagalkan hak informasinya di bawah perjanjian untuk membeli platform.

“Ini jelas merupakan pelanggaran material terhadap kewajiban Twitter berdasarkan perjanjian merger dan Mr. Musk memilii semua hak yang dihasilkan dirinya, termasuk haknya untuk tidak menyelesaikan transaksi dan haknya untuk mengakhiri perjanjian merger,” tulisnya.

Twitter telah mengatakan bahwa pihaknya bermaskud untuk menutup kesepakatan dengan harga dan persyaratan yang disepakati.

Baca juga:  Visi Masa Depan Elon Musk Saat Hadiri KTTG20 Indonesia

“Twitter telah dan akan terus bekerja sama berbagi informasi dengan Musk untuk menyelesaikan transaksi sesuai dengan ketentuan perjanjian merger,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan, pada Senin.

Pada bulan April lalu, dewan Twitter telah sepakat untuk menjual platform ke Musk seharga USD 44 Miliar, tetapi kesepakatan itu masih perlu persetujuan dari pemegang saham.

Dalam sebuah pernyataan yang diumumkan pada kesepakatan sebelumnya, Musk mengatakan mengalahkan bot spam menjadi prioritas utamanya untuk platform itu.

Namun pada bulan lalu, Musk mengatakan pembelian ditunda karena hal tersebut.

“Kesepakatan Twitter untuk sementara ditangguhkan, detail yang mendukung perhitungan bahwa akun spam/palsu memang mewakili kurang dari 5 persen pengguna,” tulis Musk di Twitter pada 13 Mei. Namun kemudian dia mengatakan tetap berkomitmen pada kesepakatan itu.

Baca juga:  Mau Centang Biru di Twitter? Bayar Rp125 Ribu

Para ahli pada hari Senin mengataan mungkin Musk ingin mundur dari kesepakatan atau mendorong untuk menilai kembali platform.

Seperti yang dikutip dari AP dan Reuters, jika Musk memilih mundur dari kesepakatan itu, dia bisa dikenakan biaya perpisahan senilai USD 1 miliar.

Pada bulan lalu, CEO Twitter Parag Agrawal mengatakan bahwa jaringan media sosial memperkirakan bahwa setidaknya kurang dari 5 persen dari semua pengguna adalah akun palsu.

“Tantangan sulitnya dalah banyak akan yang terlihat palsu secara dangkal, sebenarnya dalah orang sungguhan,” tulisnya.

“Dan beberapa akun spam yang sebenarnya paling berbahaya, dan paling berbahaya bagi pengguna kami, dapat terlihat benar-benar sah di permukaan.” tambahnya.

Baca juga:  Visi Masa Depan Elon Musk Saat Hadiri KTTG20 Indonesia

Selain keuangan, Musk yang digambarkan sebagai absolutis kebebasan berbicara, telah memicu perdebatan seputar kebebasan berbiara dan peran platform media sosial dalam mengatur berbagai informasi.

Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *