-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-
Asia, News  

Kebakaran Kamp Rohingya Bangladesh, Satu Anak Tewas

Relawan memegang pipa air setelah api padam di kamp pengungsi Rohingya Kutupalong di Cox's Bazar, Bangladesh. [Gambar via Reuters]
Relawan memegang pipa air setelah api padam di kamp pengungsi Rohingya Kutupalong di Cox's Bazar, Bangladesh. [Gambar via Reuters]

DOXTIMES.COM – Kebakaran melanda sebuah kamp pengungsian Rohingya di Bangladesh tenggara, setidaknya satu anak berusia enak tahun tewas dan 2.000 orang kehilangan tempat tinggal, termasuk diantaranya 1.000 anak-anak.

Api merambat melalui kamp 5 dari pemukiman pengungsi terbesar di Cox’s Bazar sekitar pukul 16.30 (waktu setempat) pada hari Selasa sore, sebuah distrik perbatasan dari tempat tinggal lebih dari satu juta pengungsi Rohingya.

Kebakaran itu menyusul kebakaran besar yang terjadi pada Januari, yang menghancurkan setidaknya 1.200 tempat penampungan dan menyebabkan setidaknya 5.000 orang terancam kehilangan tempat tinggal, dan empat kebakaran kecil lainnya antara bulan Januari dan Maret.

Baca juga: Kebakaran di Kamp Rohingya Bangladesh

Beberapa keluarga yang kehilangan tempat tinggal, mereka bergabung bersama kerabat di area kamp yang sama, sementara pengungsi yang lain ke kamp terdekat.

Save the Childern menyediakan pertolongan pertama, seperti makanan, psikologis, medis dan mebawa anak-anak kembali ke pangkuan keluarganya.

“Tempat tinggal penampungan yang terbuat dari bambu kering dan terpal sangat mudah terbakar. Lebih banyak bahan tahan api harus diizinkan dan bukaan tambahan di pagar perlu dibangun sehingga pengunsi dapat mencapai keselamatan dalam keadaan darurat,” kata Country Director Save the Children di Bangladesh, Onno van Manen dalam sebuah pernyataan.

“Risiko kebakaran di daerah padat penduduk dan terbatas ini sangat besar tetapi dapat dihindari dengan dukungan dan infrastruktur yang tepat,” tambahnya.

Save the Childern khawatir jika kebakaran tersebut dapat memicu kenangan menyedihkan bagi anak-anak.

“Kami tidak punya apa apa lagi, semuannya terbakar menjadi abu di dalam api,” kata Fahim, 13, yang keluarganya kehilangan tempat tinggal dan harta benda mereka.

Save the Children menyerukan kepada orang-orang di seluruh dunia untuk secara finansial mendukung pengunsi Rohingya di Bangladesh sambil memikirkan solusi untuk krisis Rohingya dan pengembalian pengungsi ke tempat yang lebih aman, bermanfaat, dan sukarela ke Myanmar jika memungkinkan.

Sampai saat ini penyebab terjadinya kebakaran masih belum jelas.

Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.