-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-

Israel Menutup Penyelidikan Polisi yang Tembak Mati Pemuda Palestina

Rekaman yang diambil oleh para pengamat tampaknya menunjukkan petugas polisi Israel terus menembak seorang pria Palestina dari jarak dekat ketika dia terbaring di tanah [Ahmad Gharabli/AFP]
Rekaman yang diambil oleh para pengamat tampaknya menunjukkan petugas polisi Israel terus menembak seorang pria Palestina dari jarak dekat ketika dia terbaring di tanah [Ahmad Gharabli/AFP]

DOXTIMES.COM – Israel telah menutup penyelidikan terhadap dua petugas polisi yang telah tembak mati seorang pemuda Palestina di Gerbang Damaskus, Yerusalem, kata Kementerian Kehakiman Israel pada hari Kamis (9/12/21).

Pemuda Palestina itu bernama Mohammad Shawkat Salima, 25, telah ditembak mati oleh dua orang polisi pada hari Sabtu (4/12/21), ketika dirinya sedang terbaring di tanah.

Departemen inverstigasi Polisi Israel menutup penyelidikan dan menerima klaim bahwa yang mereka untuk membela diri.

Kementerian Kehakiman Israel mengatakan pada hari Kamis, bahwa keputusan menutup kasus tersebut sudah mencapai kesepakatan setelah menanyai kedua pejabat.

Ini adalah insiden yang terjadi dalam hitungan detik, dalam keadaan yang menimbulkan ancaman nyata dan nyata bagi kehidupan kombatan dan warga sipil di wilayah tersebut,” katanya dalam sebuah pernyataan.

“Penggunaan senjata dianggap sesuai secara hukum,” imbuhnya.

Mohammad Shawkat Salima berusaha menikam seorang pria Yahudi ultra-Ortodoks di luar Kota Tua Yerusalam pada Sabtu. Kemudian Salima juga menikam petugas polisi Israel sebelum dirinya ditembak.

Menurut rekaman video, petugas polisi Israel menembak Salima dari jarak cukup dekat saat dirinya terbaring di tanah.

Kantor Presiden Mahmoud Abbas menanggapi kejadian, mengatakan “Ini adalah kelanjutan dari eskalasi Israel terhadap rakyat Palestina.”

Abbas juga menyebut bahwa penembakan itu adalah “kejahatan perang”.

Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.