-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-

Koalisi Pimpinan Saudi Membantah Serangan di Penjara Yaman

Kehancuran di sebuah penjara di kubu pemberontak Huthi Saada di Yaman utara setelah terkena serangan udara yang menyebabkan banyak orang tewas atau terluka. [Gambar via AFP]
Kehancuran di sebuah penjara di kubu pemberontak Huthi Saada di Yaman utara setelah terkena serangan udara yang menyebabkan banyak orang tewas atau terluka. [Gambar via AFP]

DOXTIMES.COM Koalisi pimpinan Saudi telah membantah laporan bahwa mereka telah melakukan serangan di sebuah penjara di kota Saada, Yaman.

Kelompok Houthi Yaman dan badan medis Doctors Without Borders atau MSF mengatakan pada hari Jumat (22/1) bahwa setidaknya puluhan orang tewas dalam pengeboman di daerah tersebut. Menteri Kesehatan pemerintah Houthi mengatakan bahwa 70 tahanan tewas.

Al-Motawakel mengklaim serangan udara itu dilakukan oleh koalisi pimpinan Saudi yang sengaja menargetkan warga sipil.

“Kami menganggap ini sebagai kejahatan perang terhadap keamusiaan. Dunia harus bertanggung jawab pada saat kritis dalam sejarah manusia ini,” katanya.

Namun tuduhan tersebut dibantah oleh Koalisi pimpinan Saudi, mengatakan bahwa pihaknya akan memberitahu kantor kemanusiaan di Yaman dan Palang Merah Internasional tentang fakta dan detail serangan.

“Koalisi akan memberi tahu Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) Di Yaman dan Komite Palang Merah Internasional (ICRC) tentang fakta dan detailnya,” kata juru bicara koalisi yang dikutip dari SPA pada Sabtu (22/1).

Kaolisi megatakan bahwa Sadaa tidak dalam target mereka yang disepakai dengan OCHA, tidak dilaporkan oleh IRCA dan tidak memenuhi standar yang ditetapkan oleh Konvensi Jenewa Ketiga .

Al-Malki mengatakan bahwa koalisi akan berbagi dengan kedua lembaga fakta dan rincian, serta informasi yang salah tentang fasilitas itu.

Houthi Yaman mengatakan bahwa penjara tersebut digunakan sebagai pusat penahanan para Migran.

Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.