-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-
Asia, News  

Memicu Protes, Karnataka India Menegakkan Larangan Jilbab di Sekolah

Seorang wanita Muslim di Shaheen Bagh, New Delhi, memegang plakat saat dia memprotes larangan jilbab di perguruan tinggi di negara bagian Karnataka [Anushree Fadnavis / Reuters]
Seorang wanita Muslim di Shaheen Bagh, New Delhi, memegang plakat saat dia memprotes larangan jilbab di perguruan tinggi di negara bagian Karnataka [Anushree Fadnavis / Reuters]

DOXTIMES.COM – Pengadilan India telah menegakkan larangan jilbab di sekolah di negara bagian selatan Karnataka, yang diatur oleh Partai Bharatiya Janata Party (BJP) Perdana Menteri Narendra Modi.

Larangan tersebut muncul beberapa minggu setelah protes dan kekerasan, serta memicu kekhawatiran baru tentang diskriminasi terhadap kominitas minoritas Muslim di India.

Pengadilan tinggi Karnataka memutuskan bahwa mengenakan jilbab bukanlah praktik agama Islam yang penting.

“Kami berpendapat bahwa mengenakan jilbab oleh wanita Muslim tidak menjadi bagian dari praktik keagamaan yang penting,” kata Ketua Hakim Ritu Raj Awasthi dari Pengadilan Tinggi Karnataka dalam putusannya pada Selasa (15 Mar).

Mahasiswa yang menentang larangan tersebut di pengadilan mengatakan bahwa mengenakan jilbab adalah hak dasar yang dijamin di bawah konstitusi India dan penting dalam Islam.

Orang-orang di Karnataka mengatakan gadis-gadis Muslim mengenakan jilbab di sekolah selama beberapa dekade, hal itu sama seperti yang dilakukan oleh umat Hindu, Sikh, dan Kriten yang memakai simbol dari masing-masing kepercayaannya.

Kritikus mengklaim bahwa pihak berwenang di Karnataka, yang diperintah oleh Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata berusaha ingin membuat perpecahan antara komunitas agama yang selama ini telah hidup damai berdampingan.

Bulan lalu, pemerintah Karnataka menutup sekolah selama beberapa hari dan melarang melakukan protes.

Sekolah dibuka kembali pada Februari dengan larangan pertemuan lebih dari empat orang.

Sejumlah murid Muslim saat ditanya oleh media, mereka menjawab lebih baik pulang daripada disuruh memilih antara agama dan pendidikan.

Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.