-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-
Eropa, News  

HIMARS, Sistem Roket Canggih yang Dikirim AS ke Ukraina

Mengetahui apa itu HIMARS, sistem roket canggih yang dikirim Amerika Serikat ke Ukraina untuk menahan kemajuan pasukan Rusia.

Peluncur roket ganda Ukraina BM-21 “Grad” menembak ke arah posisi pasukan Rusia di wilayah Donbas [Anatolii Stepanov/AFP]
Peluncur roket ganda Ukraina BM-21 “Grad” menembak ke arah posisi pasukan Rusia di wilayah Donbas [Anatolii Stepanov/AFP]

DOXTIMES.COM – Pejabat Gedung Putih telah mengkonfirmasi bahwa Amerika Serikat akan mengirim Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi M142, atau juga dikenal dengan nama HIMARS, ke Ukraina.

Sistem roket jarak menengah telah lama dminta oleh Kyiv karena pertempuran melawan pasukan Rusia yang berfokus di wilayah timur negara itu.

Para pejabat AS telah mengkonfirmasi bahwa sistem tersebut akan menjadi bagian dari paket bantuan keamanan baru senlai USD 700 juta ke Ukraina yang juga akan mencakup helikopter, sistem senjata anti-tank Javelin, kendaraan taktis, suku cadang, dan asih banyak lagi.

Biden mencatat bahwa AS akan “memberikan Ukraina sistem roket dan amunisi yang lebih canggih yang akan memungkinkan mereka untuk lebih tepat menyerang target utama id medan perang di Ukraina”, tidak merinci nama sistem.

Biden mengatakan bahwa senjata itu dimaksud untuk membantu Ukraina “bertarung di medan perang dan berada di posisi sekuat mungkin di meja perundingan”.

Paket militer yang akan diumumkan secararesmi pada hari Rabu, akan menjadi kesebelas yang diberikan oleh AS ke Ukraina sejak invasi Rusia dimulai pada 24 Februari.

Dijumlahkan, AS telah memberikan USD 4,5 miliar bantuan militer sejak invasi, termasuk howitzer pada bulan APril, artileri yang paling kuat yang telah dipasok sebelum HIMARS.

Apa itu HIMARS ?

HIMARS adalah peluncur roket ringan berteknologi tinggi yang dipasang di roda, sehingga memberikannya lebih banya kelincahan dan kemampuan manuver di medan perang.

Setiap unitnya dapat membawa setidaknya enam roket berpemandu GPS, yang dapat diisi ulang dalam waktu satu menit.

Analisis mengatakan bahwa sistem ini jauh lebih handal daripada sistem roket lain yang digunakan pasukan Ukraina saat ini.

Jangkauan sistem yang diberikan oleh Washington sekitar 80 m, hampr dua kali lipat jangkauannya dari howitzer M777, yang masuk pada medan perang Ukraina pada bulan Mei.

Tidak ada kejelasan tentang berapa banyak sistem yang akan dikirim AS ke Ukraina.

Kenapa HIMARS signifikan ?

Para pejabat Ukraina telah lama meminta AS untuk memberikan sistem arileri jarak jauh untuk membantu memukul meundur kemajuan pasukan Rusia di timur.

Para hari Sabtu, ketika pasukan Rusia berada di kota Severodonetsk, penasihat presiden Ukraina dan negosiator pembicaraan damai Mykhailo Podolyak kembalimengatakan senjata jarak jatuh diperlukan.

“Sulit untuk melawan ketika Anda diserang ari jarak 70 km dan tidak memiliki apa pun untuk melawan. Ukraina dapat mengembalikan Rusia ke balik Tiari Besi, tetapi kami membutuhkan senjata yang efektif untuk itu,” kata Podolyak di Twitter.

HIMARS akan memberikan pasukan Ukraina kemampuan untuk menyrang lebih jauh di belakang garis Rusia. Ukraina juga dapat meluncurkan serangan dari jarak yang lebih terlindungi.

Kenapa AS menunggu sampai sekarang ?

AS telah diahdapkan bahwa menyediakan senajta dapat berisiko meningkatkan konflik di luar perbatasan Ukraina.

Sampai saat ini, Washington belum secara terang-terangan mendukung serangan jarak pendek yang dilaporkan dilakukan Ukraina di dalam wilayah Rusia, baik dengan drone, roket, atau helikopter.

Sementara itu artileri yang dilengkapi dengan HIMARS secara teori dapat mencapai Rusia jika ditembakkan cukup dekat dengan perbatasan.

AS telah mengatakan bahwa pihaknya tidak akan memasok Ukraina dengan Sistem Rudal Taktis Angkatan Darat, yang memiliki jangkauan 300 km.

Rusia mengatakan bahwa keputusan AS memberikan HIMARS akan meningkatkan risiko konfrontasi langsung.

Pada hari Rabu, Kremlin dengan tajam mengkritik keputusan AS untuk memasok sistem roket dan amunisi ke Ukraina, serta menuduh Washington menembahkan “bahan bakar ke api”.

Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *