-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-
Eropa, News  

Ukraina Peringatkan Resiko Kebocoran Radiasi Pembangkit Chernobyl

Sebuah file gambar yang diambil pada 13 April 2021 menunjukkan kubah pelindung raksasa yang dibangun di atas sarkofagus yang menutupi reaktor keempat yang hancur dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl menjelang peringatan 35 tahun bencana nuklir Chernobyl yang akan datang. [Sergei SUPINSKY / AFP]
Sebuah file gambar yang diambil pada 13 April 2021 menunjukkan kubah pelindung raksasa yang dibangun di atas sarkofagus yang menutupi reaktor keempat yang hancur dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl menjelang peringatan 35 tahun bencana nuklir Chernobyl yang akan datang. [Sergei SUPINSKY / AFP]

DOXTIMES.COM – Perusahaan nuklir milik negara Ukraina, Energoatom mengatakan pada Rabu bahwa zat radioaktif dapat dilepaskan dari pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl karena tidak dapat mendinginkan bahan bakar nuklir bekas setelah sambungan listriknya terputus.

Saluran listrik tegangan tinggi ke pembangkit tidak bisa diperbaiki karena serangan Rusia sedang berlangsung.

Energoatom mengatakan sekitar 20.000 rakitan bahan bakar bekas di Chernobyln tidak bisa tenang di tengah pemadaman listrik.

“Pemanasan mereka dapat menyebabkan pelepasan zat radioaktif ke lingkungan. Awan radioaktif dapat dibawa oleh angin ke wilayah lain di Ukraina, Belarus, Rusia, dan Eropa,” kata Energoatom dalam sebuah pernyataan.

Pihaknya menambahkan bahwa jika tidak ada listrik, sistem ventilasi di pabrik juga tidak akan berfungsi, hal tersebut dapat membuat staf terpapar radiasi dosis berbahaya.

Baca juga:  Rusia: Pasokan Senjata Ukraina Mengancam Keamanan Eropa

Pengawas nuklir PBB pada hari Selasa memperingatkan bahwa sistem pemantau bahan nuklir di fasilitas limbah radioaktif di Chernobyln telah berhenti mentransmisikan data.

Badan itu mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka melihat tidak ada dampak kritis terhadap keselamatan dari hilangnya daya di pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl Ukraina.

Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.