-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-

Polisi Selandia Baru Kembali Bentrok Dengan Pengunjuk Rasa Anti-Vaksin

Asap mengepul di luar Parlemen Selandia Baru setelah pengunjuk rasa membakar sejumlah benda. ]Ross Giblin / Stuff.co.nz]
Asap mengepul di luar Parlemen Selandia Baru setelah pengunjuk rasa membakar sejumlah benda. ]Ross Giblin / Stuff.co.nz]

DOXTIMES.COM – Polisi Selandia Baru pada Rabu (2/2/22) pagi, kembali bentrok dengan pengunjuk rasa anti-vaksin yang telah berada di ibu kota negara itu, Wellington selama tiga minggu terakhir.

Sebuah perkemahan yang didirikan di luar parlemen berusaha dibongkar oleh polisi, terlihat juga kebakaran di antara beberapa tenda. Kebakaran itu menyebabkan asap tebal di lokasi sebelum berhasil dipadamkan oleh Polisi.

“Para pengunjuk rasa yang secara ilegal menduduki halaman parlemen dan jalan-alan di sekitarnya telah diberi banyak kesempatan untuk pergi. Sudah waktunya bagi mereka untuk pergi,” kata Perdana Menteri Jacinda Ardern dalam konferensi pers-nya.

Pada Rabu pagi, petugas dengan perlengkapan anti huru hara menyerbu pengunjuk rasa, dan pada sore hari polisi telah merobohkan tenda, manarik kendaraan dan menangkap 38 orang.

Baca juga:  Asian Games Resmi Ditunda Ditengah Kasus Covid-19 Melonjak

Pengunuk rasa menggunakan alat pemadam kebakaran, proyektik berisi cat, perisai kayu lapis buatan sendiri dan garpu rumput sebagai senjata mereka, serta kabel, kata Polisi.

Kebakaran terjadi di halaman depan dan satu dibawah taman bermain umum, serta ledakan dari kobakaran api terdengar saat polisi menuntut orang-orang untuk memberishkan daerah itu.

Seorang demonstran menerima perawatan medis setelah dia disemprot oleh polisi pada protes menentang mandat vaksin virus corona. 
[Gambar via AP]

Pengunjuk rasa yang mencoba melawan polisi, memanfaatkan susu untuk menjernihkan mata mereka dari semprotan merica.

Mengambil inspirasi dari protes pengemudi truk di Kanada, ratusan pengunjuk rasa memblokir jalan dengan truk, mobil, dan sepeda motor mereka dalam aksi protes yang menyebabkan bentrokan keras.

Setidaknya 300 lebih mobil, van, dan truk yang dgunakan oleh pengunjuk rasa telah ditarik oleh Polisi.

Baca juga:  Asian Games Resmi Ditunda Ditengah Kasus Covid-19 Melonjak

Para pengunjuk rasa mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka bersatu menginginkan mandat dibatalkan dan membuat pilihan sendiri mengenai kesehatan mereka, bebas dari paksaan dan hukuman. Mereka mengatakan sebagian besar pengunuk rasa telah berperilaku baik dan memilih cara berkemah sebagai upaya mereka untuk berdialog.

Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.