-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-

Proyek Pembangunan Dibalik Konflik Aparat dengan Warga Desa Wadas

Aksi warga menutup akses jalan masuk di Desa Wadas, Purworejo, Jumat (24/4/2021)[Gambar via Kompas.com]
Aksi warga menutup akses jalan masuk di Desa Wadas, Purworejo, Jumat (24/4/2021)[Gambar via Kompas.com]

DOXTIMES.COM – Rekaman video beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah aparat gabungan TNI dan Polisi pada hari Selasa (8/2/2022), konflik dengan warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Konflik tersebut dipengaruhi oleh para warga yang menolak lahannya diukur untuk penambangan batu adesit. Penambangan itu akan digunakan sebagai material pembangunan Waduk Bener yang berlokasi di Kabupaten Purworejo.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta melaporkan adanya aparat gabungan kepolisan dan TNI yang mendatangi Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo sejak Selasa.

Aparat gabungan dengan senjata lengkap mendatangi desa tersebut dalam rangka pengukuran lahan untuk keperluan querry tambang batuan adesit. Menurut laporan, beberapa dari warga juga telah ditangkap oleh aparat.

Warga yang ditangkap karena mereka bersikeras menolak lahannya dibebaskan untuk penambangan batu adesit. Diketahui luas tanah yang akan dibebaskan mencapai 124 hektar.

Para warga yang menolak penambangan galian C di desanya dipengaruhi oleh kekhawatiran mereka atas rusaknya sumber mata air dan sawah, yang telah menjadi mata pencaharian mereka sebagai petani.

Orang-orang dimedia sosial banyak yang menulis dengan tagar #SaveWadas, #WadasMelawan, dan #WadasTolakTambang, sebagai perlawanan dan simpati mereka untuk warga Desa Wadas yang terpengaruh.

Warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas (GEMPADEWA) memasang spanduk saat melakukan aksi damai di depan kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, Sleman, D.I Yogyakarta, Kamis (6/1/2022). Dalam aksi itu mereka menolak rencana penambangan batuan adesit di Desa Wadas, Purworejo, Jateng. [Andreas Fitri Atmoko / ANTARA FOTO]

Proyek Pembangunan Bendungan Bener

Bendungan Bener adalah salah satu di antara Proyek Strategis Nasional (PSN) di pemerintahan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

Dikutip dari Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), Waduk Bener atau disebut Bendungan Bener merupakan waduk yang berada di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Bendungan Bener di tugaskan mengairi lahan sawah seluas 15.069 hektar. Hal itu juga sejalan dengan program pemerintah tentang memperbanyak waduk untuk mendukung proyek ketahanan pangan.

Sumber air dari Bendungan Bener berasal dari sungai Bogowonto, sungai terbesar di Jawa Tengah.

Area pembangunan proyek Bendungan Bener di wilayah Desa Wadas, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Selasa (8/2/2022). [Dok Humas Polda Jateng via Kompas.com]

Bendungan “Bener” diambil dari lokasi yang berada di Desa Bener, Purworejo. Investasi total proyek pembangunan Bendungan itu sebanyak Rp 2 triliun dan di danai oleh APBN lewat Kementerian PUPR

Dengan adanya Bendungan Bener, diharapkan dapat mengairi lahan seluas 15069 Ha, menyediaka pasokan air sebesar 1,60 meter per kubik, menghasilkan daya listrik 6 MW, dan mengurangi debit banjir sebesar 210 meter per kubik.

Pemiliki Proyek itu adalah Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak di bawah Ditjen Sumber Daya Air PUPR.

Kontruksi pembangunan dimulai pada tahun 2018 dan direncanakan akan beroperasi pada tahun 2023.

Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *