-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-

Roket yang Akan Menghantam Bulan Dibuat oleh China, Bukan SpaceX

Roket yang Akan Menghantam Bulan Dibuat oleh China, Bukan SpaceX. [Gambar Ilustrasi]
Roket yang Akan Menghantam Bulan Dibuat oleh China, Bukan SpaceX. [Gambar Ilustrasi]

DOXTIMES.COM – Seorang astronom sebelumnya mengatakan bahwa salah satu roket pendorong Falcon 9 milik Elon Musk akan menghantam bulan pada awal Maret tahun ini, namun klaim tersebut dinyatakan sebagai kesalahan, mereka mengatakan bahwa roket yang diperkirakan akan menghantam bulan itu dibuat oleh China.

Para ahli mengatakan sebuah roket memang akan menghantam bulan pada 4 Maret, akan tetapi roket itu bukan dibuat oleh perusahaan Elon Musk, SpaceX, melainkan oleh Beijing.

Roket yang dimaksud sebagai 2014-065B, pendong untuk Chang’e 5-T1, yang diluncurkan pada tahun 2014 sebagai bagian dari program eksplorasi bulan Badan Antariksa China.

Pengumuman itu dibuat oleh astronom Bill Gray, yang juga memprediksi tentang dampak pada bulan pada 4 Maret 2022.

Baca juga:  Mau Centang Biru di Twitter? Bayar Rp125 Ribu

Gray berpikir itu merupakan “silinder panjang, berputar perlahan” bukan bagian dari pendodong Space Exploration Technologies Corp, tetapi milik roket China.

“Kami sekarang tahu bahwa objek ini sebenarnya bukan pendorong SpaceX, itu adalah kesalahan identifikasi, oleh saya,” kata Gray dalam sebuah postingan blog dari project Pluto.

Dalam sebuah postingan baru berjudul ‘Identifikasi yang diperbaiki dari objek yang akan menabrak bulan‘, dirinya menulis “Pada bulan Maret 2015, saya (salah) mengidentifikasi objek ini sebagai 2015-007B, tahap kedua dari pesawat ruang angkasa DSCOVR. Kami sekarang memiliki bukti yang baik bahwa itu sebenarnya 2014-065B, pendorong untuk misi bulan Chang’e 5-T1. (Namun, itu akan tetap menghantam bulan dalam jarak beberapa kilometer dari tempat diprediksi pada 4 Maret 2022 pukul 12.24 UTC, dalam beberapa detik dari waktu yang diprediksi)”.

Baca juga:  Mau Centang Biru di Twitter? Bayar Rp125 Ribu

NASA mengatakan pada akhir Januari bahwa mereka akan mengamati kawah yang terbentuk dari ledakan objek tersebut, berkat wahana yang mengorbit di sekitar Bulan, Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO).

“Kesempatan penelitian yang menarik,” sebut badan itu, mengacu pada sebuah acara untuk mengamati kawah.

Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *