-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-

AS Melaporkan Kematian Pertama Virus Covid-19 Varian Omicron

Peneliti dengan sampel darah Varian Baru Covid-19 Omicron B.1.1.529 dan data generik mutasi virus corona covid-19. [Gambar via Shutterstock]
Peneliti dengan sampel darah Varian Baru Covid-19 Omicron B.1.1.529 dan data generik mutasi virus corona covid-19. [Gambar via Shutterstock]

DOXTIMES.COM – Texas, negara bagian AS hari Senin (20/12/21) telah melaporkan kematian pertama terkait dengan virus Covid-19 varian Omicron, pada seorang yang tidak di vaksinasi, kata departemen kesehatan daerah.

Kejadian tersebut merupakan kematian pertama akibat virus corona varian omicron yang dilaporkan secara nasional.

Menurut laporan, korban berusia antara 50-60 tahun yang tidak divakinasi dan memiliki masalah dengan kondisi kesehatan. Departemen Kesehatan mengatakan bahwa korban beresiko lebih tinggi mengalami komplikasi parah dari Covid-19 karena tidak vaksinasi.

Hakim wilayah, Lina Hidalgo mengumumkan hal tersebut dalam konferensi pers.

“Ponsel saya berdering, saya yakin kalian memperhatikan dan direktur kesehatan masyarakat kami memberi tahu saya bahwa kami baru saja mengalami kematian terkait omicron pertama kami,” katanya.

Dirinya juga mentweet bahwa pria itu adalah korban yang tewas akibat dari varian Omicron.

“Tolong divaksinasi dan dikuatkan,” kata Hidalgo.

Hidalgo mengatakan bahwa mereka yang divaksinasi dan dikuakan jauh lebih kecil kemungkinannya tewas di rumah sakit.

“Omicron menyebar dengan sangat cepat. Pertama, kita tahu bahwa peningkatan jumlah kasus di Harris County terakait dengan omicron,” kata Hidalgo.

“Ini lebih menular. Jumlah waktu yang dibutuhkan untuk jumlah kasus omicron berlipat ganda sangat mengkhawatirkan. Data awal menunjukkan penggandaannya dalam dua hingga tiga hari, menurut CDC. Hanya untuk memberikan titik perbandingan, delta varian berlipat ganda setiap sebelas hari,” tambahnya.

Perlu diketahui, sebelumnya Inggris juga telah melaporkan kematian pertama yang disebabkan oleh varian Omicron. Untuk saat ini, setidaknya ada 12 orang yang tewas akibat varian itu, dan 104 orang lainnya telah dirawat di rumah sakit karena varian yang sama.

Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.