-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-

Satu orang Tewas Dalam Ledakan Pabrik Kimia Shanghai Sinopec

Setidaknya satu orang tewas dalam kebakaran di sebuah pabrik kimia Shanghai Sinopec Petrochemical Co. pada Sabtu (18 Juni) pagi.

Kebakaran di pabrik Sinopec Shanghai Petrochemical Co. di daerah terpencil Jinshan terjadi sekitar pukul 4 pagi. [Foto via REUTERS]
Kebakaran di pabrik Sinopec Shanghai Petrochemical Co. di daerah terpencil Jinshan terjadi sekitar pukul 4 pagi. [Foto via REUTERS]

DOXTIMES.COM – Setidaknya satu orang tewas dalam ledakan dan kebakaran di sebuah pabrik kimia Sinopec Shanghai Petrochemical Co. pada Sabtu (18 Juni), menurut media pemerintah.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 4 pagi, tetapi api berhasil dikendalikan setelahnya, menurut kantor berita Xinhua.

“Api ditempat kejadian telah secara efektif dikendalikan dan pembakaran pelindung saat ini sedang dilakukan,” lapor Xinhua.

“Menurut pemahaman awal kami, api telah enyebabkan satu kematian,” terangnya.

Api meletus ketika Shanghai, mesin industri China dan kota terpadat, melanjutkan bisnis-nya setelah ditutup selama sekitar dua bulan akibat wabah virus corona yang didorong oleh varian Omicron.

Sementara itu, pembatasan remsi dicabut pada awal Juni. Di pabrik petrokimia, ledakan dini hari itu terdengar penduduk hingga jarak enam kilometer (empat mil), menurut media lokal.

Foto dan video yang beredar di media sosial menunjukkan api besar dan asap mengepul ke atas.

Lokasi pabrik sangat dekat dengan tepi laut di selatan Shanghai, serta taman lahan basar.

Pihak pemadam kebakaran Shanghai mengatakan bahwa mereka telah mengirim lebih dari 500 personel segera setelah insiden itu, sekitar pukul 4:28 (waktu setempat) pagi.

Media CCTV melaporkan bahwa Kementerian Manajemen Darurat telah mengirim kelompk ahli ke tempat kejadian.

Belum ada laporan penyebab kebakaran. Segera diperbarui.

Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *