-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-

Selandia Baru Berencana Melarang Generasi Berikutnya Merokok

Selandia Baru Berencana Melarang Generasi Berikutnya Merokok. [Gambar Ilustrasi]
Selandia Baru Berencana Melarang Generasi Berikutnya Merokok. [Gambar Ilustrasi]

DOXTIMES.COM – Selandia Baru berencana melarang penjualan rokok bagi generasi berikutnya dalam upaya menghentikan kebiasaan merokok.

Hal itu dituturkan oleh kementerian kesehatan Selandia Baru pada hari Kamis, dan undang-undang diharapkan akan diberlakukan mulai tahun tahun depan.

“Kami ingin mencegah kaum muda mulai merokok, jadi adalah ilegal untuk menjual atau mamasok produk tembakau asap kepada kelompok baru kamu muda.” kata Wakil Menteri Kesehatan Selandia Baru, Ayesha Verrall.

Verral juga bertekad untuk mengurangi tingkat merokok nasional menjadi 5% pada tahun 2025, dan hingga tidak ada sama sekali perokok di negara itu.

“Jika tidak ada perubahan, akan memakan waktu puluhan tahun agar kebiasaan merokok suku Mori turun di bawah 5%, dan pemerintah tidak siap untuk meninggalkan orang,” tambahnya.

Dalam beberapa bulan pemerintah berencana untuk berkonsultasi dengan Satuan Tugas Kesehatan Maori sebelum undang-undang tersebut di kongres pada juni tahun depan dan berlaku pada akhir tahun 2022.

Pembatasan selanjutnya direncakan akan berlaku pada tahun 2024 dengan pengurangan jumlah penjualan, pengurangan persyaratan nikotin pada tahun 2025 dan generasi tanpa asap rokok mulai tahun 2027.

Pemerintah negara itu mengklaim aturan baru akan mengurangi separuh tingkat merokok di Selandia Baru hanya dalam waktu 10 tahun setelah diberlakukan.

Menurut laporan, merokok telah membunuh sekitar 5.000 orang setiap tahunnya di negara itu dan empat dari lima perokok mulai merokok sebelum umur 18 tahun.

Pejabat kesehatan menyambut baik tindakan keras terebut, Tapi para pengecer (istilah membeli rokok satu per satu) khawatir terhadap bisnis mereka dan memperingatkan munculnya pasar gelap.

“Merokok akan membunuh 14 warga Selandia Baru setiap hari dan dua dari tiga perokok akan meninggal akibat merokok,” kata presiden Asosiasi Medis Selandia Baru, Alistair Humphrey.

Akan tetapi ketidak jelasan peraturan tersebut kini menjadi masalah utama, yakni bagaimana aturan baru itu akan diterapkan, bagaimana aturan itu akan berlaku bagi pengunjung ke Selandia Baru, dan bagaimana aturan itu akan ditindak.

Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.