-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-

Mengapa Vladimir Putin Menuntut Gas Rusia Dibayar dalam Rubel?

Mengapa Vladimir Putin Menuntut Gas Rusia Dibayar dalam Rubel?. [Gambar Ilustrasi via DoxTimes]
Mengapa Vladimir Putin Menuntut Gas Rusia Dibayar dalam Rubel?. [Gambar Ilustrasi via DoxTimes]

DOXTIMES.COM – Pemimpin Rusia Vladimir Putin telah menuntut bahwa gas Rusia yang dijual ke negara-negara yang dianggap tidak bersahabat harus dibayar dalam Rubel mulai Jumat.

Langkah tersebut ditolak oleh pemerintah Eropa, dengan Jerman yang bergantung pada Rusia untuk 40% dari pasokan gasnya, pembangkit listrik industri Eropa, menyebutnya “pemerasan politik”.

Mengapa Putin Menginginkan Pembayaran dalam Rubel ?

Langkah Putin tersebut menjadi pembalasan atas sanksi Barat yang dijatuhkan kepada Rusia atas invasinya ke Ukraina, menurut Moskow hal itu sama dengan perang ekonomi.

“Jika pembayaran seperti itu (dalam rubel) tidak dilakukan, kami akan menganggap ini sebagai default dari pihak pembeli dengan semua konsekuensi berikutnya. Tidak ada yang menjual apa pun kepada kami secara gratis, dan kami juga tidak akan melakukan amal, yaitu kontrak yang aa kan dihentikan,” kata Putin pada Kamis.

Nilai rubel jatuh ke posisi terendah setelah Rusia mengirimkan pasukannya ke Ukraina pada 24 Februari, saat Amerika Serikat dan sekutunya memberikan sanksi kepada Rusia, dengan menghapus Rusia dari sistem pembayaran Global, memutus bank sentral dari pasar modal dan membekukan ratusan miliar dolar cadangannya.

Mata uang Rubel telah pulih setelah Putin memutuskan untuk menegakkan pembayaran rubel. Pada kamis, mata uang tersebut diperdagangkan pada 81,7 terhadap dolar AS, hampir sama dengan 23 Februari.

Mengapa Langkah itu Penting ?

Saat ini Eropa sangat bergantung pada Rusia untuk kebutuhan energinya, dengan 40% gasnya berasal dari Rusia. Jika negara itu memutuskan untuk mematikan keran, maka dapat menyebabkan kekurangan pasokan, penutupan pabrik, dan melumpuhkan biaya energi di seluruh wilayah Eropa.

Negara mana yang diharapkan Rusia membayar dalam Rubel ?

Daftar negara-negara tidak bersahabat dengan Rusia sesuai dengan negara yang telah menjatuhkan sanksi.

Negara-negara tersebut termasuk Amerika Serikat, negara-negara anggota Uni Eropa, Kanada, Jepang, Norwegia, Singapura, Korea Selatan, Swiss, Ukraina, dan Inggris. Beberapa, termasuk AS dan Norwegia tidak membeli gas Rusia.

Apa yang perlu dilakukan oleh mereka ?

Sampai saat ini, tidak mungkin jika pembeli asing akan beralih. Negara-negara Barat mengatakan bahwa pembayaran dalam rubel akan melanggar kontrak yang bisa memakan waktu berbulan-ulan untuk di negoisasikan ulang.

Christian Lawrence, Ahli strategis pasar senior di Rabobank mengatakan bahwa tidak ada kemungkinan Eropa membayar langsung dalam Rubel.

Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.