-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-

Bentrokan Antara ISIS dan Kurdi Memakan Korban Warga Sipil

Bentrokan Antara ISIS dan Kurdi Memakan Korban Warga Sipil. [Gambar via SOHR]
Bentrokan Antara ISIS dan Kurdi Memakan Korban Warga Sipil. [Gambar via SOHR]

DOXTIMES.COM – Bentrokan antara kelompok ISIS dan Pasukan Demokratis Suriah Kurdi (SDF) di kamp Al-Hol Suriah timur laut memakan korban warga sipil, setidaknya tiga orang, termasuk seorang anak tewas dalam bentrokan tersebut.

“Sumber yang dapat dipercaya melaporkan bahwa kamp Al-Hawl (Al-Hol) di pedesaan tenggara provinsi Al-Hasakah telah menyaksikan ketegangan yang sedang berlangsung sejak Senin malam,” kata laporan dari Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia pada hari Selasa (29 Mar), menambahkan bahwa 10 orang lainnya terluka.

Seorang anggota ISIS juga dilaporkan tewas dalam bentrokan tersebut.

Menurut kantor berita Kudish Hawar melaporkan bahwa bentrokan itu berlangsung selama tiga jam setelah ISIS menyerang anggota Pasukan Asayish SDF menggunakan Kalashnikov, pistol, dan granat berpeluncur roket.

Perang berlangsung beberapa tahun dan membuat otoritas Kurdi sekutu AS mengendalikan wilayah timur dan timur laut negara itu, ratusan pasukan Amerika juga dilaporkan berada disana.

Sejak itu kelompok ISIS bergerak di wilayah perbatasan Suriah-Irak dan terus melancarkan serangan.

Minggu lalu SDF memperingatkan bahwa kurangnya dukungan internasional berisiko memungkinkan kebangkitan ISIS.

SDF juga berulang kali meminta negara-negara Barat untuk memulangkan warganya yang ditahan di timur laut Suriah, tetapi sebagian besar tidak melakukannya karena khawatir tentang reaksi politik domestik.

Sekitar 56.000 orang tinggal di Al-Hol, sebuah kamp yang dikelola oleh SDF untuk orang-orang terlantar yang dibayang-bayangi oleh pembunuhan dan upaya melarikan diri, menurut PBB.

Kamp tersebut telah menampung sekitar 10.000 orang asing, termasuk istri dan anak-anak pejuang ISIS yang ditahan di sebuah paviliun yang dijaga ketat oleh pasukan SDF dengan keamanan tinggi.

Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *