-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-

Aksi Protes Anti Kekerasan Terhadap Perempuan di Turki

Pengunjuk rasa perempuan mencoba menerobos barikade polisi pada rapat umum Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan di Istanbul, 25 November 2021. [EPA-EFE/ERDEM SAHIN]
Pengunjuk rasa perempuan mencoba menerobos barikade polisi pada rapat umum Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan di Istanbul, 25 November 2021. [EPA-EFE/ERDEM SAHIN]

DOXTIMES.COM – Aksi protes anti kekerasan terhadap perempuan di Istanbul, Turki pada Kamis malam, dibubarkan oleh Polisi dengan gas air mata dan peluru karet.

Para pengunjuk rasa terutama para wanita turun ke jalan di ibu kota untuk memperingati Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, yang dimaksud untuk kembali menghentikan kekerasan terhadap Perempuan.

Beberapa orang membawa sepanduk bertuliskan “Kami tidak diam, tidak takut”, dan ada juga yang bertulis “Kami akan berjuang sampai kami mendapatkan apa yang kami inginkan”. Sebagian besar pegunjuk rasa juga menyerukan pemerintah untuk segera mengundurkan diri.

Para perempuan menuntut agar negara itu kembali ke perjanjian internasional yang telah di tandatangani, dimana dibuat untuk melindungi kekerasan terhadap perempuan.

Pengunjuk rasa mengutuk keras keputusan yang diambil oleh pemerintah Turki untuk keluar dari Konvensi Istanbul, perjanjian Dewan Eropa 2011 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dan penegakkan hak-hak perempuan.

“Kami tidak dibungkam, kami tidak takut dan kami tidak patuh,” teriak para perempuan yang turun memadati jalan Istanbul, Ankara, Izmir, Mersin dan beberapa kota lainnnya.

Beberapa pengunjuk rasa terluka akibat peluru karet yang ditembakkan oleh polisi. Belum ada laporan berapa banyak orang yang cedera, namun Jurnalis dari Ileri Haber mengatakan bahwa dirinya terkena peluru karet dibagian kepala.

“Sebuah peluru karet mengenai pohon kecil di sebelah kepala saya, tempat saya bersandar saat mengikti protes,” katanya.

Kekerasan Terhadap Perempuan di Turki

Kejahatan dan kekerasan terhadap perempuan kini menjadi masalah serius di Tukir. Menurut laporan setidaknya 422 wanita dibunuh oleh pria pada tahun 2019, pada tahun 2020 sekitar 410 wanita dibunuh oleh pria, dan 353 pada tahun 2021.

Belum lama ini seorang wanita dibunuh secara sadis pada siang hari dengan samurai saat sedang ia sedang berjalan di jalan Istanbul pada 12 November.

Pemerintah Turki terus saja mengklaim bahwa undang-undang dan peraturan yang ada saat ini sudah cukup untuk melindungi perempuan.

“Turki memiliki beberapa peraturan yang paling efektif mengenai kekerasan terhadap perempan,” kata Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan saat dirinya menegaskan untuk keluar dari Konvensi Istanbul.

Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.