-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-
Eropa, News  

Lavrov Rusia: Jangan Remehkan Ancaman Perang Nuklir

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.. [Foto: AP]
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.. [Foto: AP]

DOXTIMES.COM – Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov memperingatakan kepada Barat untuk tidak meremehkan peningkatan risiko perang nuklir atas Ukraina dan mengatakan bahwa NATO pada dasarnya terlibat dalam perang proxy dengan Rusia karena memasok persenjataan ke Kyiv.

Lavrov dalam sebuah wawancara yang disiarkan di televisi pemerintah, mengatakan bahwa inti dari kesepakatan untuk mengakhiri konflik di Ukraina akan sangat bergantung pada situasi militer di lapangan.

“Ini adalah posisi kunci kami di mana kam mendasarkan segalanya Risikonya sekarang cukup besar,” kata Lavrov.

“Saya tidak ingin mengingkatakan risiko itu secara artifiasial. Banyak yang akan seperti itu. Bahayanya serius, nyata. Dan kita tidak boleh meremehkannya,” tambahnya.

Baca juga:  Presiden Finlandia Mengkonfirmasi Bahwa Akan Bergabung dengan NATO

Invasi Rusia ke Ukraina selama duna bulan telah menyebabkan ribuan orang tewas atau terluka, kota-kota menjadi puing-puing dan memaksa lebih dari 5 juta orang untuk mengungsi ke luar negri.

Moskow menyebut invasinya ke Ukraina sebagai “operasi khusus” untuk melucuti senjata Ukraina dan melindungi dari fasis. Ukraina dan barat menyebut hal itu sebagai dalih palsu untuk perang agresi tak beralasan yang dilakukan oleh Presiden Vladimir Putin.

“Amerika Serikat praktis telah menghentikan semua kontak hanya karena kami berkewajiban untuk membela Rusia di Ukraina,” kata Lavrov.

Dia juga mengatakan bahwa pasokan senjata canggih Barat, ini termasuk rudal anti-tank Javelin, kendaraan lapis baja dan pesawat tak berawak canggih merupakan tindakan provokatif dan memperpanjang konflik daripada mengakhiri.

Baca juga:  Putin: Kesalahan Jika Finlandia Ngotot Bergabung dengan NATO

“Senjata-senjata ini akan menjadi target yang sah bagi militer RUsia yang bertindak dalam konteks operasi khusus,” kata Lavrov.

“Fasilitas penyimpnana di Ukraina barat telah menjadi sasaran lebih dari sekali (oleh pasukan Rusia). Bagaimana bisa sebalikya?,”katanya.

“NATO, pada dasarnya, terlibat dalam perang dengan Rusia melalui proxy dan mempersenjatai proxy itu. Perang berarti perang,” tambahnya.

Lavrov mengatakan otoritas Kyiv tidak bernegosiasi denganitikad baik dan Presiden Volodymyr Zelensky seperti PM Inggris Boris Johnson dalam bermain untuk publik daripada negosiasi.

Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.