-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-

Serangan Malware Menargetkan Pemerintah dan Perusahaan Ukraina

Serangan Malware Menargetkan Pemerintah dan Perusahaan Ukraina. [Gambar Ilustrasi]
Serangan Malware Menargetkan Pemerintah dan Perusahaan Ukraina. [Gambar Ilustrasi]

DOXTIMES.COM – Tim keamanan siber Microsoft pada hari Sabtu (15/1/22) malam, mengatakan bahwa sejumlah sistem komputar di lembaga pemerintah Ukraina, organisasi nirlaba, dan kelompok teknologi telah terinfeksi malware destruktif yang menyamar sebagai ransomware.

Ukraina terdeteksi dilanda serangan siber besar-besaran pada dini hari Jumat dan dinamai serangan itu sebagai “DEV-0586“, ditengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Ukraina dan Rusia.

Malware ditemukan di beberapa sistem yang terinfeksi dan diperkirakan jumlahnya akan terus meningkat.

Microsoft mengatakan bahwa pihaknya akan terus menganalisis malware dan memperingatakan serangan semacam itu dapat membuat infrastruktur digital pemerintah tidak dapat dioperasikan.

“Malware menyamar sebagai ransomware, tetapi ketika diaktifkan oleh penyerang, itu membuat sistem komputer yang terinfeksi tidak dapat dioperasikan,” kata Microsoft, menambahkan jika malware “dieksekusi ketika perangkat dimatikan.”

“Ini juga menargetkan perusahaan TI yang mengelola situs web untuk klien sektor publik dan swasta, termasuk lembaga pemerintah. Situs web telah dirusak baru-baru ini,” imbuhnya.

Baca juga:  Presiden Finlandia Mengkonfirmasi Bahwa Akan Bergabung dengan NATO

Perusahaan itu pertama kali mendeteksi malware pada hari Kamis, bertepatan dengan serangan besar-besaran yang menyebabkan sekitar 70 situs web pemerintah offline sementara waktu.

Microsoft belum dapat memberikan komentar atas tujuan dari serangan tersebut. Wakil sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional, Serhiy Demedyuk mengatakan kepada Reuters bahwa penyerang menggunakan malware yang mirip dengan yang digunakan oleh intelijen Rusia.

Para pejabat Ukraina pada Jumat malam mengatakan telah menemukan indikator awal bahwa dinas keamanan Rusia melakukan serangan siber tersebut.

Namun, pihak Rusia membantah klaim tersebut dan mengatakan bahwa tuduhan itu tidak ada bukti bahwa pihaknya dibalik serangan tersebut.

“Kami tidak ada hubungannya dengan itu. Rusia tidak ada hubungannya dengan serangan siber ini,” kata juru bicara Rusia, Dmitry Peskov yang dikutip dari CNN.

Baca juga:  Rusia Mengatakan Israel Mendukung neo-Nazi di Ukraina

“Ukraina menyalahkan segalanya di Rusia, bahkan cuaca buruk mereka di negara mereka,” katanya yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.

Pesan ancaman muncul di situs web pemerintah Ukraina pada hari Jumat. [Gambar Spesial]

Pada hari itu sejumlah web juga telah dirusak, dan menempatkan pesan bahwa mereka telah menghancurkan data dan menyebarkannya secara online, tapi pihak berwenang Ukraina hal semacam itu tidak terjadi.

“Takut dan mengharapkan yang terburuk,” kata dalam pesan tersebut kepada warga Ukraina.

Pada tahun 2017, Rusia menargetkan Ukraina dengan melakukan serangan siber yang paling berbahaya, yakni virus NotPetya, mengakibatkan kerusakan lebih dari 10 miliar dolar secara global. Diketahui virus tersebut juga menyamar sebagai ransomware yang dapat menghapus seluruh jaringan.

Permintaan ransomware untuk bitcoin senilai $300 muncul di layar laptop yang terinfeksi virus komputer ‘Petya’ di dalam sebuah toko di Kiev, Ukraina, pada 28 Juni 2017. [VINCENT MUNDY / BLOOMBERG/GETTY IMAGES]

Ukraina seakan-akan menjadi ajang adu mekanik bagi para peretas di seluruh dunia. Pada 2014, peretas yang didukung rusia hampir menggagalkan pemilihan nasional dan telah melumpuhkan jaringan listrik selama musim dingin 2015 dan 2016.

Baca juga:  Landasan Pacu Bandara Odesa Hancur Terkena Serangan Rudal Rusia

Sejak 2017 keamanan siber Ukraina telah meningkatkan pertahanan infrastruktur peting, dengan bantuan AS lebih dari 40 juga dolar.

Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.