-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-
Eropa, News  

Putin Mengatakan Barat Berencana Untuk Membunuh Jurnalis Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri kebaktian Paskah Ortodoks di Katedral Kristus Juru Selamat di Moskow, Rusia 23 April 2022. Gambar diambil 23 April 2022. [Sputnik/Sergei Fadeichev/Pool via Reuters]
Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri kebaktian Paskah Ortodoks di Katedral Kristus Juru Selamat di Moskow, Rusia 23 April 2022. Gambar diambil 23 April 2022. [Sputnik/Sergei Fadeichev/Pool via Reuters]

DOXTIMES.COM – Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Senin mengatakan bahwa agen mata-mata utamanya telah menggagalkan apa yang mereka sebut sebagai plot Barat berencana untuk membunuh seorang jurnalis terkemuka Rusia.

“Pagi ini, Dinas Keamanan Federal (FSB) menghentikan kegiatan kelompok teroris yang berencana menyerang dan membunuh seorang jurnalis TV Rusia yang terkenal,” kata Putin kepada jaksa, yang kemudian disebut oleh media pemerintah sebagai Vladimir Solovyev.

“Mereka telah pindah ke teror, untuk mempersiapkan pembunuhan jurnalis kami,” tambahnya.

Putin tidak segera memberikan bukti yang jelas tentang klaim nya tersebut.

Diketahui Solovyev adalah salah satu jurnalis TV dan radio paling terkenal di Rusia dan pembawa acara talk show yang blak-blakan yang tamunya sering membicarakan Ukraina dan mendukung tindakan Moskow atas invasi ke negara itu.

Baca juga:  UEFA: Klub Rusia Dilarang Bermain di Liga Champions Musim Depan

Solovyev tidak dapat dihubungi oleh media untuk dimintai komentar.

Putin mengatakan bahwa Barat telah menyadari bahwa Ukraina tidak bisa mengalahkan Rusia dalam perang sehingga mereka telah pindah ke renana yang berbeda.

“Tugas lain telah mengemuka memecah masyarakat Rusia dan menghancurkan Rusia dari dalam,” kata Putin.

“Tidak bekerja,” tambahnya.

Dia mengatakan Badan Intelijen Pusat AS mengerahkan upaya untuk melemahkan Rusia dan menasehati pemerintah Ukraina.

Putin, mantan mata-mata KGB yang telah memerintah perdana menteri Rusia sejak hari terakhir tahun 1999, menambahkan organisasi media asing dan media sosial telah digunakan oleh Barat untuk melakukan provokasi terhadap angkatan berenjata Rusia, dan tindakan seperti itu harus dihentikan.

Baca juga:  Rusia Mengatakan Israel Mendukung neo-Nazi di Ukraina

Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.