-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-

Helikopter PBB Jatuh di Timur Kongo, Delapan Orang Dinyatakan Tewas

Helikopter PBB yang dioperasikan oleh misi penjaga perdamaian di Republik Demokratik Kongo [Taimoor/MONUSCO]
Helikopter PBB yang dioperasikan oleh misi penjaga perdamaian di Republik Demokratik Kongo [Taimoor/MONUSCO]

DOXTIMES.COM – Delapan orang dinyatakan tewas ketika sebuah helikopter yang dioperasikan oleh misi penjaga perdamaian PBB jatuh di timur Republik Demokratik Kongo, di daerah lokasi pertempuran antara pemberontak M23 dan tentara Kongo pada minggu ini.

Misi yang dikenal sebagai MONUSCO itu tidak menyebutkan jelas penyebab kecelakaan dan mengatakan penyelidikan sedang berlangsung.

Menurut laporan, setidaknya ada delapan orang yang berada di dalam helikopter, diantaranya enam awak dari militer Pakistan, dan dua personel militer, satu dari Rusia dan satunya lagi dari Serbia.

MONUSCO mengatakan bahwa helikopter tersebut sedang dalam misi pengintaian ketika jatuh di daerah Tsuhanzu.

Tentara Republik Demokratik Kongo mengatakan helikopter tersebut diduga jatuh karena ditembak oleh pemberontak M23, namun kelompok itu membantah, dengan mengatakan bahwa militer Kongo bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut.

Minggu ini, pemberontak M23 melancarkan serangan terhadap dua posisi tentara Kongo. Pada Selasa, pemberontak berlari ke kota Kabindi dan mulai mendekati administrasi lokal daerah di kota Rutshuru, menurut koordinator masyarakat sipil.

Tentara Uganda juga telah terlibat dalam medan perang dan mengatakan telah membunuh setidaknya 14 anggota dari kelompok itu di dekat perbatasan dengan Republik Demokratik Kongo pada Selasa.

“Malam ini mereka (M23) menyerang kami, mereka menembaki sisi Uganda dan beberapa rumah sipil dihancurkan. Pasukan kami merespons dan 14 pemberontak tewas, tujuh ditawan perang,” kata juru bicara militer Uganda Brigadir Felix Kulayigye, menambahkan bahwa salah satu tentaranya juga tewas.

Juru bicara pemberontak M23 Willy Ngoma mengatakan pada Selasa bahwa kelompok itu berjuang untuk mempertahankan diri.

Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.