-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-

Inggris Siapkan 1.000 Pasukan Untuk Krisis Kemanusiaan di Ukraina

Para pejabat, termasuk anggota layanan Inggris dan Ukraina, saling menyapa sebelum pembongkaran paket dukungan keamanan Inggris untuk Ukraina, yang dikirim oleh pesawat C17 Globemaster III Angkatan Udara Kerajaan, di Bandara Internasional Boryspil di luar Kyiv, Ukraina, Februari 9, 2022. [alentyn Ogirenko / Reuters]
Para pejabat, termasuk anggota layanan Inggris dan Ukraina, saling menyapa sebelum pembongkaran paket dukungan keamanan Inggris untuk Ukraina, yang dikirim oleh pesawat C17 Globemaster III Angkatan Udara Kerajaan, di Bandara Internasional Boryspil di luar Kyiv, Ukraina, Februari 9, 2022. [alentyn Ogirenko / Reuters]

DOXTIMES.COM Inggris siapkan 1.000 pasukan tambahan ke Eropa Timur untuk mendukung jika ada krisis kemanusiaan yang di picu oleh invasi Rusia ke Ukraina.

Pengumuman itu muncul saat Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan melakukan perjalanan ke markas NATO dan Polandia pada hari Kamis untuk berdiskusi dengan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dan para pemimpin Polandia.

“Ketika NATO didirikan, sekutu membuat upaya bersejarah untuk menjaga kebebasan setiap negara anggota. Inggris tetap tegas dalam komitmen kami terhadap keamanan Eropa,” kata Jhonson dalam sebuah pernyataan,

“Yang perlu kita lihat adalah diplomasi nyata, bukan diplomasi koertif. Sebagai aliansi, kita harus menarik garis di salju dan menjelaskan bahwa ada prinsip yang tidak akan kita kompromikan. Itu termasuk keamanan setiap sekutu NATO dan hak setiap demokrasi Eropa untuk bercita-cita menjadi anggota NATO,” tambahnya.

Sementara itu kunjungi Jhonson bertepatan dengan kunjungi Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss dan Menteri Pertahanan Ben Wallace ke Moskow. Keduanya ingin melakukan pembicaraan untuk mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mundur dari Konflik.

Dalam upaya menunjukkan dukungan untuk sekutu utama NATO, pasukan Inggris juga bersiap untuk memberikan tanggapan kemanusiaan jika diperlukan.

Sekitar 350 Marinir Kerasaan dari 45 Komando akan dikerahkan ke Polandia sebagai bentuk solidaritas.

Hal itu diumumkan ketika 130.000 pasukan Rusia ditempatkan di dekat pebatasan Ukraina, serta memicu kekhwatiran jika menjadi awal invasi. Meskipun Presiden Vladimir Putin telah berulang kali menegaskan bahwa tidak ada rencana untuk menyerang Ukraina dan menyindir tentang penumpukan pasukan NATO di dekat pertabasan negaranya.

Pejabat Inggris memperingatkan bahwa setiap serangan Rusia ke Ukraina akan menjadi bencana kemanusiaan, yang menyebabkan perpindahan massal setiap orang, termasuk mempengaruhi negara-negara seperti Polandia dan Lithuania.

Jhonson akan mengulangi tawarannya untuk memperkuat pertahanan setelah pertemuannya dengan Jens Stoltenberg pada kunjungan ke Markas NATO di Brussel.

Langkah-langah yang diambil termasuk menggandakan jumlah pasukan di Estonia, mengerahkan jet RAF untuk membuat skuadron di Eropa selatan, dan mengirim kapal perusak Tipe 45 dan HMS Trent, sebuah kapal patroli lepas pantai, ke Mediterania TIMUR.

Sementara itu Menteri Luar Negri Inggris Liz Truss mengatakan setelah mendarat di Moskow, Rusia harus segera menarik pasukannya dan menghormati kedaulatan Ukraina, atau akan diberikan sanksi berat.

“Setiap serangan akan menjadi kesalahan besar,” kata Truss.

“Diplomasi adalah satu-satunya jalan ke depan dan Rusia harus menempuh jalan itu.” tambahnya.

Baca juga: Kremlin Menolak Pernyataan Tidak Ada Manuver Baru di Dekat Ukraina

Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.