-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-
Eropa, News  

Rusia Ultimatum pasukan Ukraina di Pabrik Azovstal Mariupol

Bendera Ukraina yang robek tergantung di kawat di depan sebuah gedung apartemen yang hancur selama konflik Ukraina-Rusia di kota pelabuhan selatan Mariupol. [Foto: Reuters]
Bendera Ukraina yang robek tergantung di kawat di depan sebuah gedung apartemen yang hancur selama konflik Ukraina-Rusia di kota pelabuhan selatan Mariupol. [Foto: Reuters]

DOXTIMES.COM – Kementeran pertahanan Rusia telah menetapkan batas waktu bagi tentara Ukraina di Mariupol untuk menyerah, dengan mengatakan bahwa nyawa pasukan di dalam pabrik baja Azovstal dipastikan selamat jika mereka menghentikan perlawanan.

“Semua yang meletekakn senjata dijamin akan tetap hidup,” kata kementerian pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa, menambahkan bahwa pasukan akan dapat ditarik dari pabrik baja antara pukul 14.00 dan 16.00 waktu Moskow.

“Tanpa kecuali, tanpa senjata dan tanpa amunisi,” tambahnya.

Sebelumnya seruan untuk menyerah atau mati tidak dijawab pada hari Minggu, sehari setelah Rusia mengklaim telah memegang kendali sepenuhnya kota itu.

Juru bicara separatis yang didukung Rusia di wilayah Donbas Eduard Basurin mengatakan pada Selasa bahwa kelompok penyerang telah pindah ke pabrik baja Azovstal untuk mencabut pasukan Ukraina.

Baca juga:  Presiden Finlandia Mengkonfirmasi Bahwa Akan Bergabung dengan NATO

Pada hari yang sama, kementerian pertahanan mengatakan pasukan Rusia telah membuka koridor kemanusiaan bagi pasukan Ukraina yang setuju untuk meletakkan senjata mereka dapat meninggalkan medan perang.

“Angkatan bersenjata Rusia membuka kridor kemanusiaan untuk penarikan personel militer Ukraina yang secara sukarela meletakkan senjata dan militan formasi nasionalis mereka,” kata kementerian pertahanan.

Dewan kota Mariupol mengatakan setidaknya seriu warga sipil bersembunyi di tempat perlindungan di bawah pabrik baja yang berisi bangunan dan rel kereta api.

Komando brigade marinir ke-26 Ukraina Mayor Serhiy Volyna yang dilaporkan masih bertempur di Mariupol meminta bantuan pada Senin dalam sebuah surat kepada Paus Fransiskus.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menggambarkan situasi di Mariupol dan mengatakan “Rusia sengaja berusaha menghancurkan semua orang yang ada di sana”.

Baca juga:  Ukraina Berusaha Merebut Kembali Kota Mykolayiv

Zelenkyy mengancam akan manarik diri dari pembicaraan damai dengan Rusia jika pasukan Ukraina di Mariupol terbunuh.

Rusia mengatakan bahwa Ukraina telah kehilangan lebih dari 4000 tentara di kota itu pada Sabtu. Namun, pihak Kyiv mengatakan total kerugian pasukannya di dalam perang adalah antara 2.500 dan 3.000

Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.