-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-
Eropa, News  

Gelombang Panas di Madrid, Pekerja Minta Batasan Suhu Kerja

Gelombang Panas di Madrid, Pekerja Minta Batasan Suhu Kerja. [Foto: Jorge Guerrero]
Gelombang Panas di Madrid, Pekerja Minta Batasan Suhu Kerja. [Foto: Jorge Guerrero]

DOXTIMES.COM – Perserikatan pekerja pada hari Senin menyerukan Komisi Eropa untuk membatasi pekerja luar ruangan akibat suhu panas ekstrim di Madrid, setelah tiga orang meninggal saat shift selama gelombang panas minggu lalu.

Sementara itu beberapa negara telah memberlakukan undang-undang yang membatasi jam kerja di suruh panas yang berlebihan.

Menrut peneliti dari lembaga jajak pendapat Eurofound, 23 persen dari semua pekerja di Eropa terkena suhu tinggi seperempat dari waktu. Angka itu meningkat menjadi 36 persen di bidang pertanian dan industri dan meningkat lagi menjadi 38 persen di bidang pekerja konstruksi.

“Pekerja berada di garis depan krisis iklim setiap hari dan mereka membutuhkan perlindungan untuk menyesuaikan bahaya yang semakin meningkat dari suhu ekstrem,” kata wakil sekretaris jenderal Konfederasi Serikat Butuh Eropa (ETUC), Claes-Mikael Stahl.

ETUC mengatakan bahwa sebagian besar negara anggota UE tidak memiliki undang-undang suu maksimum untuk tempat kerja.

Di Prancis, termasuk negara yang tidak memiliki batasan sutuh, 12 pekerja meninggal karena paparan panas pada tahun 2020.

Pada pekan lalu, tiga pekerja tewas akibat panas ekstream di Spanyol, yang memiliki batasan suu tetapi hanya untuk profesi tertentu.

Pada hari Sabtu, seorang pembersih jalan berusia 60 tahun meninggal di Madrid, setelah ia pingsan di jalan karena sengatan panas saat bekerja.

Saat itu suhu di madrid diperkirakan mencapai 40C.

Seorang pekerja gudang berusia 56 tahun meninggal di pinggiran kota Madrid pada hari yang sama setelah terkena suhu panas saat pekerja.

Pasukan keamanan pada hari Kamis juga telah mengumumkan kematian seorang pekerja karena panas di pnggiran ibukota, Paracuellos de Jarama.

Menurut para ilmuwan, pemenasan global akan terus membuat gelompbang panas yang mematikan, dengan tingkat polusi karbon atmosfer yang semakin tinggi.

“Gelombang panas bisa berakibat fatal bagi orang yang bekerja tanpa erlindungan dari matahari, sepertiyang telah kita sakskan adi Spanyol musim panas ini,” kata Stahl.

“Pekerja berada di garis depan krisis iklim setiap hari dan mereak membutuhkan perlindungan untuk menandingi bahaya yang semakin meningkat dari sutu ekstream,” tambahnya.

Dia mengatakan UE perlu undang-undang di selutuh benua tentang suhu kerja maksimum.

IKuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *