-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-
Eropa, News  

Rusia Peringatkan Barat Tentang Memasok Senjata Jarak Jauh ke Ukraina

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengataan memasok senjata yang mampu mencapai wilayah Rusia akan menjadi langkah menuju esalasi yang tidak dapat diterima.

Sekutu Barat Kyiv semakin bersedia memberikan senjata berat. [Korps Marinir AS/Cpl Austin Fraley/Handout via Reuters]
Sekutu Barat Kyiv semakin bersedia memberikan senjata berat. [Korps Marinir AS/Cpl Austin Fraley/Handout via Reuters]

DOXTIMES.COM – Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov telah memperingatkan Barat tentang memasok senjata jarak jauh ke Ukraina yang mampu menyerang wilayah Rusia, memperingatkan langkah tersebut akan menjadi langkah serius menuju eskalasi yang tidak dapat diterima.

Pernyataan Lavrov itu dilaporkan pada hari Kamis, oleh kantor berita Rusia TASS, menggambaran Amerika Serikat dan sekutu Barat Kyiv lainnya yang telah memberi Ukraina senjata yang semkain canggih.

Pada hari Kamis, kantor berita Reuters melaporkan bahwa Washington telah mengadakan diskusi dengan Kyiv tentang bahaya eskalasi dalam konflik yang sekarang lebih dari tiga bukan jika ingin meluncuran senjata jarak jauh di dalam wilayah Rusia, mengutip dari pejabat AS dan diplomatik yang tidak disebutan namanya,

Laporan itu muncul saat Menteri Luar Negeri Ukraina Dymtro Kuleba memohon kepada negara-negara Barat untuk memberikat senjata berat kepada Kyiv.

Kuleba mengatakan didalam sebuah pidatonya yang diposting di Twitter bahwa negaranya membutuhkan artileri yang jatuh lebih kuat karena ini adalah satu-satunya daerah di mana mereka dikalahkan oleh Moskow.

“Jika Anda benar-benar peduli dengan Uraina. (kirim) senjata, senjata, dan senjata lagi,” kata Kuleba,

Kepala Injelijen AS Memperingatkan

Pemerintah Presiden AS Joe Biden dan sekutu semakin bersedia memberikan persenjataan jarak jauh ke Ukraina, termasuk howitzer M777, jenis senjata artileri, dalam beberapa pekan terakhir.

Para pejabat AS mengataan bahwa Gedung Putih bahkan mempertimbangkan untuk memasok Kyiv dengan sistem Roket Mobilitas Tinggi M142 (HIMARS), tergantung pada amunisinya jika ingin mencapai jangkauan ratusan kilometer.

Tetapi, dinas intelijen negara tu telah memperingatkan setiap risiko yang meningkat. Diretur Intelijen Nasional Avriv Haines mengatakan pada sidang Senat bulan ini bahwa beberapa bulan mendatang dapat menempatkan perang pada lintasan yang lebih tidak terduga dan berpotensi meningkat.

AS tidak secara langsung memerangi pasukan Rusia tetapi komandan Pentagon terus berbicara dengan para pemimpin Ukraina dan telah memberikan informasi yang memungkinkan Ukraina dapat menargetkan pasuan Rusia, di darat dan di laut, kata para pejabat.

Ikuti Twitter dan Instagram kami

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.