-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-

Kebakaran di Kamp Rohingya Bangladesh

Asap mengepul setelah kebakaran terjadi di sebuah kamp pengungsi Rohingya di distrik Cox's Bazar, Bangladesh selatan pada 9 Januari 2022. [Gambar via Anadolu Agency]
Asap mengepul setelah kebakaran terjadi di sebuah kamp pengungsi Rohingya di distrik Cox's Bazar, Bangladesh selatan pada 9 Januari 2022. [Gambar via Anadolu Agency]

DOXTIMES.COM – Kebakaran yang melanda kamp Rohingya di Bangladesh pada Minggu (9/1/22), telah menhancurkan ratusan rumah dan membuat ribuan orang kehilangan tempat tinggal mereka, menurut pejabat dan saksi.

Kebakaran terjadi di Camp 16 di distrik perbatasan Cox’s Bazar, tempat lebih dari satu juta pengungsi Rohingya, yang sebagian besar telah melarikan diri dari penumpasan militer tahun 2017 di Myanmar, menurut PBB mereka dieksekusi dengan “niat genosida”.

Juru bicara Batalyon Polisi Bersejata Kamran Hassain mengatakan bahwa Api bermula di Kamp 16 lalu merambat melalui tempat perlindungan, di mana tempat itu terbuat dari bambu dan terpal.

“Api mulai menyala pada pukul 16.40 dan berhasil dikendalikan sekitar pukul 18.30.” katanya yang dikutip dari AFP.

“Sekitar 1.300 rumah hangus terbakar,” tambahnya.

Belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Abdur Rashid, 22, mengatakan bahwa api menyala begitu besar sehingga dirinya berlari untuk menyelamatkan diri karena rumah dan perabotan miliknya sudah dilalap api.

“Semua yang ada di rumah saya terbakar. Bayi dan istri saya keluar. Ada banyak barang di rumah,” katanya.

“Saya menghemat 30.000 taka (Rp5 juta) dari pekerja sebagai buruh harian. Uang itu dibakar api. Saya sekarang berada di bawah langit terbuka. Saya kehilangan mimpi saya,” tambahnya.

Kebakaran juga pernah terjadi di kamp yang sama pada Maret tahun lalu, menurut laporan 15 orang tewas dan sekitar 50.000 orang kehilangan tempat tinggal.

Mohammad Yasin, 29, mengeluh karena kuranya peralatan keselamatan di setiap kamp yang berada disana.

“Kebakaran sering terjadi di sini. Tidak mungkin kamu memadamkan api. Tidak ada air. Rumah saya terbakar. Banyak dokumen yang saya bawa dari Myanmar juga ikut terbakar. Dan di sini dingin,” kata Yasin.

Diperkirakan jumlah pengungsi Rohingya yang masih tinggal di Cox’s Bazar sekitar 800.000 hingga 900.000 orang, menurut Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi dan Save the Children.

Kini negara itu mendapatkan pujian karena mau menerima pengungsi yang melintas dari Myanmar. tapi masih sedikit dari mereka yang mendapatkan rumah tetap.

Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *