-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-

Protes di Prancis Menentang Kebijakan Vaksin Covid-19

Demonstran, menentang izin vaksin dan vaksinasi untuk melindungi dari COVID-19, meneriakkan slogan-slogan selama rapat umum di Paris, 8 Januari. [Yonhap / AP]
Demonstran, menentang izin vaksin dan vaksinasi untuk melindungi dari COVID-19, meneriakkan slogan-slogan selama rapat umum di Paris, 8 Januari. [Yonhap / AP]

DOXTIMES.COM – Lebih dari 100.000 orang yang menghadiri protes di Prancis pada hari Sabtu (9/1/22) menentang kebijakan pemerintah untuk membatasi hak-hak bagi mereka yang tidak mendapatkan vaksin Covid-19.

Kejadian tersebut berselang beberapa hari setelah Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengatakan bahwa dirinya akan membuat marah bagi mereka yang menolak suntikan vaksin dan mendukung pernyataan yang kontroversial.

Pengunjuk rasa memprotes undang-undang yang sudah direncanakan sebelumnya, dimana setiap orang atau individu harus sepenuhnya divaksinasi sebelum mereka dapat manikmati fasilitas umum, makan diluar, atau menghadiri acara yang diselenggarakan.

Seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri mengatakan bahwa sekitar 105.200 orang mengikuti protes pada hari Sabtu di seluruh negara itu, 18.000 diantaranya berada di ibu kota Paris, polisi melaporkan setidaknya 10 orang ditangkap dan tiga petugas keamana terluka ringan.

Baca juga:  Asian Games Resmi Ditunda Ditengah Kasus Covid-19 Melonjak

Kementerian itu juga menambahkan ditempat lainnya 24 orang ditangkap dan tujuh petugas polisi terluka.

Diantara ratusan ribu demonstran yang hadir, 6.000 diantaranya berada di jalan kota Toulon. Sementara itu, polisi menembakkan gas ar mata selama bentrok dengan pengunjuk rasa di Montpellier.

Sebagian dari mereka banyak yang membawa poster atau plakat bertuliskan “truth” dan “No to vaccine passes”, serta menerobos musim dingin dan hujan yang melanda negara itu.

Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.