-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-

Boikot Produk India Setelah Pejabat Tinggi Menghina Nabi Muhammad

Boikot produk-produk India datang setelah dua pejabat tinggi terkemuka India membuat pernyataan yang dianggap menghina Nabi Muhammad, dan mendapat kecaman dari negara mayoritas muslim.

File foto pemimpin BJP Nupur Sharma (kanan) dan Naveen Kumar Jindal. [Gambar Spesial]
File foto pemimpin BJP Nupur Sharma (kanan) dan Naveen Kumar Jindal. [Gambar Spesial]

DOXTIMES.COM India menghadapi tuduhan penistaan agama dari negara-negara mayoritas muslim setelah pejabat tinggi di partai nasionalis Hindu yang memerintah membuat pernyataan menghina Islam dan Nabi Muhammad. Kemarahan itu telah memicu curahan di media sosial dan seruan untuk memboikot barang-barang dari negara tersebut.

Setidaknya lima negara Arab telah mengajukan protes resmi terhadap India, Pakistan dan Afghanistan juga menentang keras pada Senin atas pernyataan yang dibuat oleh dua juru bicara dari Partai Bharatiya Janatan (BJP) pimpinan Perdana Menteri Nerendra Modi. Menyebabkan protes di dalam negeri terhadap partai Modi di beberapa bagian negara.

Pernyataan kontroversial itu menyusul meningkatnya kekerasan yang menargetkan minoritas Muslim India yang dilakukan oleh nasionalis Hindu, serta tidak ada kejelasan dan sikap Modi tentang serangan seperti itu sejak terpilihnya pada tahun 2014.

Baca juga:  60 Orang Tewas dalam Runtuhnya Jembatan di India

Selama bertahun-tahun muslim di India sering menjadi sasaran, mulai dari gaya makanan dan pakaian mereka hingga pernikahan.

Kelompok hak asasi manusiatelah memperingatkan bahwa serangan itu dapat meningkat.

Mereka juga mengatakan bahwa pemerintah Modi memiliki pandangan berbeda dan memungkinkan ujaran kebencian terhadap Muslim.

Pernyataan yang dianggap menghina Nabi Muhammad

Kemarahan telah meningkat sejak minggu lalu setelah dua juru bicara, Nupur Sharma dan Naveen Jindal, membuat pernyataan spekulatif yang dianggap menghina Nabi Muhammad dan istrinya.

BJP telah menangguhkan Sharma dan Jidal serta mengeluarkan pernyataan yang mengatakan “sangat mencela penghinaan terhadap tokoh agama mana pun,” pernyataan itu jarang terdengar sebelumnya.

Kemudian, Arab Saudi dan Iran juga mengajukan sikap ke India, dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang berbasis di Jeddah, mengatakan pernyataan itu datang dalam “konteks untuk mengintensifkan kebencian dan pelecehan terhadap Islam di India dan praktik sistematis terhadap Muslim”.

Baca juga:  60 Orang Tewas dalam Runtuhnya Jembatan di India

Pada hari Senin, Kementerian Luar Negeri India menolak komentar OKI sebagai “tidak beralasan” dan “berpikir sempit”.

Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan pihaknya mengharapkan permintaan maaf publik dari pemerintah India, dan Kuwait memperingatkan bahwa ekstremisme dan kebencian bisa meningkat di India.

Pernyataan yang dibuat oleh Sharma selama program TV di India dan Jindal, sangat berisiko merusak hubungan India dengan negara-negara Arab.

Pasalnya, India memelihara hubungan dengan negara-negara Teluk, yang mendandalkan jutaan pekerja migram dari India dan tempat lain di Asia Selatan untuk melayani populasi lokal mereka dan menggerakkan mesin kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya itu, India juga sangat tergantung pada negera-negara Arab yang kaya minyak, seperti Arab Saudi, untuk menggerakkan ekonominya.

Baca juga:  60 Orang Tewas dalam Runtuhnya Jembatan di India

IIkuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *