-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-

Ribuan Orang di Ottawa Memprotes Mandat Covid-19

Seseorang yang mengenakan topeng Monopoly Man memegang poster selama demonstrasi menentang pembatasan COVID-19 di Parliament Hill pada Sabtu, 29 Januari 2022. [Justin Tang / The Canadian Press via AP]
Seseorang yang mengenakan topeng Monopoly Man memegang poster selama demonstrasi menentang pembatasan COVID-19 di Parliament Hill pada Sabtu, 29 Januari 2022. [Justin Tang / The Canadian Press via AP]

DOXTIMES.COM – Ribuan orang turun kejalan di ibu kota Kanada, Ottawa pada hari Sabtu (29/1) untuk memprotes mandat vaksin Covid-19, masker dan lockdown.

Truk dan mobil yang melakukan konvoi diparkir di sekitar Parliament Hill dan di halaman National War Memorial sebelum polisi meminta mereka untuk pindah.

“Parkir di tanah suci yang mencakup Makam prajurit tidak dikenal ini adalah tanda tidak hormat sepenuhnya,” kata Walikota Ottawa Jim Watson.

Pengunjuk rasa menari di Makam Prajurit tidak dikenal, serta beberapa orang lainnya membawa spanduk dan bendera, dan ada juga yang menggunakan patung pahlawan Kanada Terry Fox untuk menyuarakan pernyataan anti-vaksin mereka.

“Saya muak melihat pengunjuk rasa menari di Makan prajurit tidak dikenal dan menodai Peringatan Perang Nasional. Generasi Kanada telah berjuang dan mati untuk hak-hak kami, termasuk kebebasan berbicara, tetapi tidak ini. Mereka yang terlibat harus menundukkan kepada karena malu,” kata Kepala Staf Pertahanan Kanada Jenderal Wayne Eyre dalam sebuah Tweet-nya.

Beberapa pengunjuk rasa membandingkan mandat Covid-19 dengan fasisme, dan menaruh simbol Nazi pada bendera Kanada yang dibalik.

Orang-orang berjalan di samping truk yang diparkir di sepanjang Wellington Street selama demonstrasi menentang pembatasan COVID-19 di Parliament Hill, yang dimulai sebagai konvoi lintas negara yang memprotes mandat vaksin federal untuk pengemudi truk, di Ottawa, pada Sabtu, 29 Januari 2022. [Justin Tang / The Canadian Press melalui AP]

Satu truk membawa bendera konfederasi dan banyak yang membawa spanduk berisi sumpah serapah menargetkan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.

David Santos, seorang pengunjuk rasa yang rela berangkat dari Montreal karena dirinya percaya bahwa mandat vaksin tidak terkait dengan kesehatan apapun, tetapi sebagai “hal yang dikendalikan oleh pemerintah”.

Aliansi Truk Kanada mengatakan bahwa sejumlah besar pengujuk rasa tidak ada hubungannya dengan industri truk, tetapi mereka memiliki agenda sendiri. Aliansi itu juga mencatat sebagian besar pengemudi telah divaksinasi.

]Para pengunjuk rasa yang berpartisipasi dalam konvoi truk lintas negara memprotes tindakan yang diambil oleh pihak berwenang untuk mengekang penyebaran COVID-19 dan mandat vaksin berkumpul di dekat Parliament Hill di Ottawa pada Sabtu, 29 Januari 2022. [Adrian Wyld / The Canadian Press via AP]

Para pemimpin protes menyerukan penghapusan semua pembatasan Covid-19 dan mandat vaksin, sebagian juga menyerukan kepada Trudeau.

Sebagian dari pengunjuk rasa memprotes aturan baru yang dimulai pada 15 Januari, dimana aturan tersebut mengharuskan pengemudi truk yang memasuki Kanada diimunisasi penuh terhadap Covid-19. Aturan tersebut sudah berlaku di Amerika Serikat pada pengemudi truk yang memasuki negara itu.

“Saya terkunci di negara saya sendiri,” kata Tom Pappin, 52, seorang pengunjuk rasa yang datang dari luar Ottawa dan belum divaksinasi.

“Saya tidak bisa pergi berlibur. Saya tidak bisa pergi ke restoran, saya tidak bisa bermain bowling. Saya tidak bisa pergi ke bioskop. Anda tahu. ini adalah hal-hal yang diluar kendali,” tambahnya.

Menyukai cerita kami hari ini? Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *