-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-

Rusia Kirim Jet Tempur Bersenjata Hipersonik ke Suriah untuk Latihan

Jet tempur MiG-31 Angkatan Udara Rusia terbang dalam formasi selama parade Hari Kemenangan di atas Lapangan Merah di Moskow, Rusia 9 Mei 2018. [Sergei Karpukhin / Reuters]
Jet tempur MiG-31 Angkatan Udara Rusia terbang dalam formasi selama parade Hari Kemenangan di atas Lapangan Merah di Moskow, Rusia 9 Mei 2018. [Sergei Karpukhin / Reuters]

DOXTIMES.COM – Militer Rusia mengerahkan jet tempur MiG-31k dengan rudal hipersonik canggih Kinzhal dan pembom strategis jarak jauh Tupolev Tu-22M ke pangkalan udaranya di Suriah untuk latihan angkatan laut besar-besaran di wilayah tersebut di tengah meningkatnya ketegangan dengan Barat terkait Ukraina.

Menteri Pertahanan Rusia Sergio Shoigu telah tiba di Suriah untuk mengawasi langsung latihan tersebut, juga menjadi penempatan angkatan laut Rusia terbesar ke Laut Mediterania sejak masa Perang Dingin.

Presiden Suriah Bashar al-Assad bertemu dengan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu di Damaskus, Suriah, dalam selebaran yang dirilis oleh SANA pada 15 Februari 2022. Gambar diambil 15 Februari 2022. [Handout/SANA]

Shouigu bertemu dengan Presiden Suriah Bashar Assad pada hari Selasa untuk mengkonfirmasi latihan tersebut dan berdiskusi tentang rencana kerjasama militer-teknis lebih lanjut.

Shoigu mengatakan bahwa latihan di Mediterania Timur adalah bagian dari serangkaian latihan angkatan laut yang dimulai pada bulan lalu di tengah kebuntuan di Ukraina, latihan tersebut melibatkan 15 kapal perang dan 30 pesawat.

Manuver dimaksud untuk melatih pasukan untuk melindungi kepentingan nasional dan menangkal ancaman militer, kata Shoigu.

Sebuah pesawat pembom Tu-22M3 milik angkatan udara Rusia mendarat di pangkalan udara Hemeimeem di Suriah. Disediakan oleh Layanan Pers Kementerian Pertahanan Rusia pada hariSelasa, 15 Februari 2022. (Layanan Pers Kementerian Pertahanan Rusia via AP)

Jet tempur yang membawa rudal jelajah hipersonik dan Pembom strategis berkemampuan nuklir itu mendarat di pangkalan udara Hemeimeem di provins pesisir Latakia, Suriah sebagai bagian dari serangkaian latihan militer.

Rudal hipersonik Kinzhal memiliki jangkauan hingga 2.000 kilometer (1.243 mil) dan terbang dengan kecepatan 10 kali kecepatan suara, memungkinkan rudal itu sulit untuk dicegat.

Sepertinya pengerahan rudal Kinzhal ke Suriah dimaksud untuk menunjukkan kemampuan militer Rusia dalam menghadapani kecaman dari serangan kapal induk AS di Mediterania.

Panglima angkatan laut Rusia melaporkan kepada Shoigu bahwa latihan tersebut bertujuan untuk menargetkan kapal musuh.

Baca juga: Kementerian Pertahanan Ukraina dan Dua Bank Terkena Serangan Siber

Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *