-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-
Eropa, News  

Wilayah Udara di Ukraina dan Rusia Barat di Tutup

Sebuah tank melaju di sepanjang jalan setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pengerahan pasukan Rusia ke dua wilayah yang memisahkan diri di Ukraina timur setelah pengakuan kemerdekaan mereka, di kota Donetsk, Ukraina yang dikuasai separatis. [ALEXANDER ERMOCHENKO/ REUTERS]

DOXTIMES.COMRusia mengumumkan penutupan wilayah udara mereka untuk penerbangan sipil di perbatasan barat dengan Ukraina dan Belarusia, sementara itu Ukraina telah menutup wilayah udara mereka untuk penerbangan sipil. Regulator penerbangan Eropa memperingatakan bahaya terbang di wilayah perbatasan dengan Rusia dan Belarusia.

Lahkah itu diambil setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer khusus di wilayah Donbas.

“Penggunaan wilayah udara di perbtasan barat Rusia dengan Ukraina dan Belarusia telah dihentikan sementara karena tingginya ancaman terhadap keselamatan penerbangan pesawat sipil setelah penggunaan senjata dan peralatan militer,” menurut sebuah pernyataan Notice to Airmen atau Notice to Air Missions (NOTAM).

Kementerian pertahanan Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis, bahwa mereka menggunakan “senjata presisi tinggi” untuk menonaktifkan sistem pertahanan udara, angkatan udara, dan bandara militer di Ukraina.

Baca juga:  Presiden Finlandia Mengkonfirmasi Bahwa Akan Bergabung dengan NATO
[www.flightradar24.com]

Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) mengatakan bahwa wilayah udara di Rusia dan Belarusia, hanya berjarak 100 mil laut dari perbatasan dengan Ukraina, dapat menimbulkan risiko keselamatan.

“Secara khusus, ada risiko penargetan yang disengaja dan kesalahan identifikasi pesawat sipil,” kata EASA.

“Kehadiran dan kemungkinan penggunaan berbagai sistem peperangan darat dan udara menimbulkan risiko tinggi bagi penerbangan sipil yang beroperasi di semua ketinggian dan tingkat penerbangan,” tambahnya.

Badan itu mengatakan kementerian pertahanan Rusia telah mengirimkan pesan ke Ukraina tentang risiko tinggi terhadap keselamatan penerbangan sipil, karena menggunaan senjata dan peralatan militer. dan meminta kontrol lalu lintas udara Ukraina untuk menghentikan penerbangan.

Baca juga:  Rusia Mengatakan Israel Mendukung neo-Nazi di Ukraina

Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.