-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-

Staf Lebanon Menjadi Sasaran Spyware Pegasus Buatan Israel, kata HRW

Staf Lebanon Menjadi Sasaran Spyware Pegasus Buatan Israel. [Gambar Ilustrasi]
Staf Lebanon Menjadi Sasaran Spyware Pegasus Buatan Israel. [Gambar Ilustrasi]

DOXTIMES.COM Human Right Watch (HRW) mengatakan pada hari Rabu (26/1/22) bahwa tahun lalu salah satu anggota staf senior Lebanon telah menjadi sasaran Spyware Pegasus buatan NSO Group Israel.

HRW mengatakan bahwa Pegasus menargetkan Lama Fakih, Direktur krisis dan konflik kantor di Beirut yang berbasis di New York, lima kali antara bulan April dan Agustus 2021.

“Ini termasuk mendokumentasikan dan mengungkap pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan internasional yang serius dalam konflik bersenjata, bencana kemanusiaan, dan kerusuhan sosial atau politik yang parah,” kata HRW dalam sebuah pernyataan.

Dalam sebuah postingan Twitter Lama Fakih, Apple telah memberitahunya tentang hal tersebut pada 24 November.

“Pada akhir November, setelah menerima peringatan iMessage dari Apple, saya mengetahui bahwa spyware NSO Pegasus digunakan untuk menginfeksi ponsel saya 5 kali antara April dan Agustus 2021,” kata Fakih dalam postingan Twitter.

NSO Group tidak pernah mengungkap siapa saja klien mereka, tetapi perusahaan itu selalu membantah dan memiliki perlindungan untuk memastikan bahwa produknya hanya digunakan untuk menargetkan penjahat dan teroris.

“Bukan kebetulan bahwa pemerintah menggunakan spyware untuk menargetan aktivis dan jurnalis, orang-orang yang mengungkap praktik kekerasan mereka,” kata Fakih.

“Mereka tampaknya percaya bahwa dengan melakukan itu, mereka dapat mengkonsolidasikan kekuasaan, memberangus perbedaan pendapat, dan melindungi manipuasi fakta mereka,” tambahnya.

Perangkat lunak Pegasus dapat mengakses secara penuh ponsel korban, termasuk gambar, dokumen, riwayat obrolan atau panggilan, data lokasi dan dapat mengendalikan kamera serta akses mikrofon tanpa sepengetahuan pengguna.

“Setelah semua ini, kami memutuskan untuk mempublikasikan serangan yang disponsori negara ini untuk mengingkatkan kesadaran akan risiko ini kepada mitra dan kontak masyarakat sipil secara luas,” kata Fakih kepada HRW.

“Berbicara tentang serangan ini sangat penting untuk menghentikan penggunaan teknologi pengawasan yang tidak terkendali,” tambahnya.

Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.