-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-

Taliban Mengatakan Wanita Afghanistan Harus Memakai Pakaian Tertutup

Wanita berpakaian burqa berjalan di puncak bukit Nadir Khan menghadap Kabul, Afghanistan pada 16 Maret 2017. [Foto: AP]
Wanita berpakaian burqa berjalan di puncak bukit Nadir Khan menghadap Kabul, Afghanistan pada 16 Maret 2017. [Foto: AP]

DOXTIMES.COM Taliban pada hari Sabtu (7 Mei) telah memberlakukan beberapa pembatasan terhadap semua wanita Afghanistan untuk memakai pakaian tertutup, pakai yan menutupi dari ujung kepala hingga kaki, di depan umum, menyarankan mereka mengenakan tradisional burqa.

“Kami ingin saudara perempuan kami hidup dengan bermartabat dan aman,” kata Khalid Hanafi, pejabat menteri untuk wakil dan kementerian kebijakan Taliban.

Para militan Taliban telah merebut kembali negara itu pada Agustus tahun lalu, dan menjanjikan menerapkan aturan baru yang lebih lunak daripada sebelumnya dalam kekuasaan antara tahun 1996 dan 2001, yang sering dianggap melanggar hak asasi manusia.

Tetapi saat ini mereka telah memberlakukan banyak pembatasan pada perempuan, dari melarang mereka dari banyak pekerjaan pemerintah, pendidik menengah, dan hingga berpergian sendiri di luar kota mereka.

Pemimpin tertinggi Afghanistan dan kepala Taliban Hibatullah Akhundzada pada hari Sabtu, menyetujui aturan berpakaian yang ketat untuk para wanita ketika mereka berada di depan umum.

Dekrit itu mengatakan bahwa cara terbaik bagi seorang wanita untuk menutup wajah dan tubuh mereka dalah dengan mengenakan chadari, burqa tradisional Afghanistan yang berwarna biru dan mentupi seluruh tubuhnya.

“Mereka harus mengenakan chadari karena itu tradisional dan penuh hormat,” kata sebuah dekrit yang disetujui dan dirilis oleh otoritas Taliban pada upacara di Kabul.

“Perempuan yang tidak terlalu tua atau muda harus menutup wajah mereka, kecuali mata, sesuai petunjuk syariah, untuk menghindari provokasi ketika bertemu laki-laki yang bukan mahram (kerabat dekat laki-laki dewasa),” katanya.

Keputusan tersebut menambahkan bahwa jika perempuan tidak memiliki pekerjaan penting di luar, lebihbaik bagi mereka untuk tinggal di rumah.

Perintah yang baru tersebut diperkirakan akan mendapatkan kecaman dari luar negeri.

Sejak kembalinya Taliban, anak perempuan telah dilarang bersekolah di atas kelas 6 sd. Universitas dibuka wal tahun ini di sebagian besar negara, tetapi sejak mengambilalihan kekuasaan, dekrit taliban tidakmenentu.

Sementara itu beberapa provinsi terus memberikan pendidikan, sebagian besar provinsitelah menutup lembaga pendidikan untuk anak perempuan dan perempuan.

Dii ibukota Kabul, sekolah swasta dan universitas telah beroperasi.

Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.