-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-

Turki Ingin Langkah Nyata dari Finlandia, Swedia untuk Tawaran NATO

Turki menginginkan langkah nyata tentang keberadaan organisasi teroris di Finlandia dan Swedia, sebelum kedua negara itu bergabung dengan NATO

Ibrahim Kalin, juru bicara dan kepala penasihat kebijakan luar negeri Presiden Turki Tayyip Erdogan, berbicara selama wawancara dengan Reuters di Istanbul, Turki 14 Mei 2022. [Reuters/Murad Sezer]
Ibrahim Kalin, juru bicara dan kepala penasihat kebijakan luar negeri Presiden Turki Tayyip Erdogan, berbicara selama wawancara dengan Reuters di Istanbul, Turki 14 Mei 2022. [Reuters/Murad Sezer]

DOXTIMES.COM – Seorang kepala penasihat presiden Turki mengatakan kepada rekannya dari AS bahwa Turki menginginkan langkah nyata tentang keberadaan organisasi teroris di Finlandia dan Swedia sebelum mempertimbangan tawaran NATO, kata presiden Turki,

Penasihat eamanan nasional AS Jake Sullivian dan Ibrahim Kalin, kepala penasihat kebijakan luar negeri untuk Presiden Tayyip Erdogan, berbicara pada hari Senin (30 Mei) untuk membahas tawaran NATO dan perang di Ukraina, kata kepresidenan Turki dalam sebuah pernyataan.

Turki telah menyatakan penolakan kedua negara bergabung dengan NATO. dengan alasan bahwa mereka menampung orang-orang yagn terkait dengan kelompok militan PKK dan kelompok teroris lainnya, dan alasan lainnya karena Finlandia dan Swedia menghentikan ekspor senjata ke Turki pada 2019.

Dalam sebuah pernyataa, kepresdenan Turki mengatakan Kalin telah mengatakan kepada Sullivian melalui panggilan telepon bahwa negaranegara yang ingin bergabung dengan NATO harus menginternalisasi nilai-nilai dan prinsip aliansi tentang keamanan dan kotra-terorisme.

“Ditekankan bahwa sangat penting bagi Swedia dan Finlandia untukmengambil langkah nyata terkait organisasi teroris yang menganam eamanan nasional Turki,” tambahnya.

Diketahui Swedia dan Finlandia telah mengatakan bahwa keduaanya mengutuk terorisme dan terbuka untuk berdialog. Semua 30 anggota NATO harus menyetujui rencana untuk memperbesar NATO.

Erdogan mengatakan bahwa komitmen Turki untuk NATO tidak berubah dan meminta sekutu untuk memfokuskan upaya mereka untuk membujuk negara-negara kandidat.

“Desakan tanpa kompromi Swedia dan Finlandia untuk bergabung dengan aliansi telah menambahkan item yang tidak perlu ke dalam agenda NATO,” kata Erdogan.

“Tidak ada otoritas di Ankara yang dapat diberi tahu apa yang harus dilakukan oleh negara mana pun yang tidak mau memerangi terorisme,” tambahnya.

Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.