-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-

Hampir 3.000 Pasukan AS Akan Dikirim ke Eropa Timur

Gedung Pentagon terlihat di Arlington, Virginia, AS 9 Oktober 2020. [Carlos Barria / Reuters]
Gedung Pentagon terlihat di Arlington, Virginia, AS 9 Oktober 2020. [Carlos Barria / Reuters]

DOXTIMES.COM – Hampir 3.000 pasukan AS akan dikirim ke Eropa Timur dalam beberapa hari kedepan di tengah ketegangan dengan Rusia mengenai Ukraina. Seperti yang dikatakan Pentagon sebagai kesiapan untuk melindungi sekutu NATO dari tumpahan darah jika terjadi perang.

Hal itu diumumkan pada hari Rabu (2/2/22) dan telah disetujui oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Pengerahan itu merupakan tambahan dari 8.500 pasukan yang dikirim oleh Pentagon pada bulan lalu.

Langkah tersebut bertujuan untuk meyakinkan sekutu NATO dalam menghadapi penumpukan militer Rusia didekat perbatasan dengan Ukraina, serta menghindari menempatan baru AS ke Ukraina, yang bukan bagian dari NATO.

“Penting bagi kami untuk mengirimkan sinyal yang kuat kepada Tuan Putin dan, sejujurnya, kepada dunia bahwa NATO penting bagi Amerika Serikat dan itu penting bagi sekutu kami,” kata juru bicara Pentagon John Kirby merujuk pada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Menurut laporan yang merinci Pentagon tentang pengerahan pasukan AS, menyebutkan sekitar 1.000 pasukan yang berbasis di Vilseck, Jerman akan dikirim ke Rumania. Sekitar 1.700 personel, termasuk dari divisi Lintas Udara ke-82, dari Fort Bragg, Carolina Utara akan dikerahkan ke Polandia, dan 300 tentara lainnya akan dipindahkan dari Fort Bragg ke Jerman.

“Saya tidak bisa memprediksi dengan sempurna tentang bagiamana ini akan berjalan, dan justru karena kami tidak bisa memprediksi dengan sempurna, kami ingin bersiap,” kata Kirby.

Menteri pertahanan Polandia, Mariusz Blaszczak mengatakan di Twitter bahwa penempatan pasukan AS di negaranya adalah sebagai solidaritas yang kuat dalam menanggapi situasi di Ukraina.

Rusia telah membantah merencanakan Invasi, tetapi setelah pihaknya mengepung Ukraina dengan pasukan dari utara, timur, dan selatan, Moskow kini menuduh Barat bahwa Rusia adalah target, bukan penghasut dari agresi.

Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *