-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-
Eropa, News  

Rusia Mengatakan Israel Mendukung neo-Nazi di Ukraina

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov berbicara selama konferensi pers setelah pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres di Moskow, Rusia, 26 April 2022. [Maxim Shipenkov/Pool]
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov berbicara selama konferensi pers setelah pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres di Moskow, Rusia, 26 April 2022. [Maxim Shipenkov/Pool]

DOXTIMES.COM – Kementerian Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menuduh Israel telah mendukung neo-Nazi di Ukraina, perselisihan itu dimulai ketika dia mengklaim bahwa Adolf Hitler memiliki asal-usul Yahudi.

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid mengatakanbahwa komentar Lavrov adalah kebohongan yang tidak dimaafkan yang mencoba untuk meminimalkan tragedi Holocaust, pembantaian enam juta orang Yahudi Eropadan kelompokminoritas lainnya oleh Nazi Jerman.

Beberapa pemimpin negara Barat telah mencela Lavrov, yang ditanyai “bagaimana Rusia dapat mencapai tujuan yang dinyatakannya untuk menghilangkan nazifikasi di Ukraina” saat Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sendiri adalah seorang Yahudi.

Lavrov mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa komentar Lapid itu adalah “anti-historis” dan “menjelaskan sebagian besar mengapa pemerintah Israel saat ini mendukung neo-Nazi di Ukraina”.

Baca juga:  Wartawan Al Jazeera yang Terbunuh Shireen Abu Akleh Dimakamkan

Moskow menjelaskan bahwa poin dari pada pernyataan Lavrov bahwa asal-usul Yahudi Zelensky yidak menghalangi Ukraina untuk dijalankan oleh neo-Nazi.

“Antisemitisme adalah kehidupan sehari-hari dan dalam politik tidak dihentikan dan sebaliknya dipupuk (di Ukraina),” katanya.

Israel sendiri telah menyatakan dukungannya untuk Ukraina setelah Rusia menyerang Ukraina pada Februari. Namun negara itu juga waspada akan merusak hubungan dengan Rusia, pada awalnya menghindari kritik terhadap Moskow dan belum memberlakukan sanksi terhadap Rusia.

Israel juga mengirim bantuan kemanusiaan ke Ukraina dan menyatakan dukungan kepada Kyiv, tetapi pemerintah tidak ikut serta dalam sanksi internasional seperti yang dilakukan Barat terhadap Rusia.

Hal itu tentunya akan membukajalan bagi Perdana Menteri Israel Naftali Bennet untuk menengahi konflik antara kedua pihak. Upaya itu sepertinya terhenti ketika Israel bekerja keras menangai kerusuhan di dalam dan di dekat negerinya.

Baca juga:  Kelompok HAM: Israel Menyetujui Lebih dari 4.000 Rumah Pemukiman

Namun, hubungan Israel-Rusia malah semakin tegang, saat Menteri Luar Negeri Israel pada bulan lalu menuduh Rusia telah melakukan kejahatan perang di Ukraina.

Pada akhir Maret kemarin, Zelensky meminta kepada Israel untuk segera membuat pilihan apakah mendukung Ukraina melawan Rusia atau sebalikya, dan meminta Israel untuk menyediakan senjata untuk Ukraina.

Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.