-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-
Eropa, News  

Ukraina Ingin Perdamaian Tetapi Tidak Menyerahkan Tanahnya

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam pidatonya, tangkapan layar YouTube, 19 Januari 2022. [Gambar Spesial]
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam pidatonya, tangkapan layar YouTube, 19 Januari 2022. [Gambar Spesial]

DOXTIMES.COM – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan dalam sebuah pidato pada hari Selasa bahwa pihaknya tidak akan bereaksi terhadap provokasi dari Rusia, dan tidak akan menyerahkan tanahnya kepada siapapun, termasuk Rusia.

Zelensky berbicara setelah keputusan Rusia untuk mengakui dua wilayah di Ukraina Timur sebagai wilayah merdeka dan mengirimkan pasukan ke wilayah tersebut.

“Kami berdedikasi pada cara diplomatik untuk memecahkan masalah ini. Kami tidak bereaksi terhadap provokasi apa pun,” kata Zelensky.

“Kami berkomitmen pada jalan damai dan diplomatik, kami akan mengikutinya dan hanya itu.” kata Zelensky.

“Tapi kami berada di tanah kami sendiri, kami tidak takut pada apa pun dan siapa pun, kami tidak berutang apa pun kepada siapa pun, dan kami tidak akan memberikan apa pun kepada siapa pun.” tambahnya.

Baca juga:  Landasan Pacu Bandara Odesa Hancur Terkena Serangan Rudal Rusia

Tindakan yang diambil Rusia telah memicu kecaman AS dan Eropa, serta membuat sanksi baru.

Presiden AS Joe Biden telah menandatangani perintah eksekutif, di mana melarang investasi, perdagangan, dan pembiayaan oleh orang AS ke-dari-atau di wilayah Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk.

Para pemimpin di Eropa telah menyebut bahwa keputusan yang diambil Putin sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap hukum Internasional”.

Zelensky menyebut bahwa keputusan Moskow telah melanggar kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina dan menyerukan sekutunya untuk memberikan sejumlah dukungan.

“Kita perlu melihat siapa teman dan mitra kita, dan siapa yang terus menakut-nakuti Federasi Rusia hanya dengan kata-kata,” kata Zelensky.

“Kami berdedikasi pada cara diplomatik untuk mencegah masalah ini,” imbuhnya.

Baca juga:  UEFA: Klub Rusia Dilarang Bermain di Liga Champions Musim Depan

Baca juga: Putin Kirim Pasukan Rusia ke Wilayah Ukraina yang Diakui Kemerdekaan

Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.