-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-

Lebih dari 130 Warga Sipil Mali Tewas Diduga Dibunuh Oleh Jihadis

Lebih dari 130 warga sipil dipastikan tewas setelah serangkaian pembunuhan yang diduga dilakukan oleh Jihadis di Mali tengah dan Sahel.

Lebih dari 130 Warga Sipil Mali Tewas Diduga Dibunuh Oleh Jihadis. [Gambar spesial]
Lebih dari 130 Warga Sipil Mali Tewas Diduga Dibunuh Oleh Jihadis. [Gambar spesial]

DOXTIMES.COM – Lebih dari 130 warga sipil mali tewas diduga dibunuh oleh kelompok jihadis di kota tetangga Mali tengah dan wilayah Sahel baru-baru ini.

Pejabat lokal melaporkan pembantaian oleh orang-orang bersenjata di Diallassagou dan dua kota sekitarnya di lingkaran Bankass, di mana kekerasan wilayah Sahel yang lama.

“Mereka juga telah membakar gubuk, rumah, dan mencuri ternak, ini benar-benar gratis untuk semua,” kata seorang pejabat setempat, tidak mau menyebutkan namanya.

Nouhoum Togo, kepala sebuah partai di Bankass, mengatakan bahwa jumlah korban kemungkinan lebih tinggi melebihi angka 132 yang diumumkan oleh pemerintah, yang menyalahkan para jihadis yang berafiliasi dengan Al-Qaeda atas pembunuhan tersebut.

Pemerintah menyalahkan kelompok bersenjata pemimpin agama Gulani Amadou Koufa, Macina Katiba, atas penyerangan itu.

Mali Tengah telah dilanda pembunuhan sejak organisasi berafiliasi dengan Al-Qaeda datang pada tahun 2015.

Sebagian dari wilayah tersebut tidak dikenalikan oleh negara dan sangat rentan terhadap pembunuhan oleh milisi dan pembalasan antar kelompok.

Sejak 2012, Mali telah dilanda pemberontakan oleh kelompok-kelompok yang terkait dengan Al-Qaeda dan ISIS.

Pembunuhan di utara telah menyebar ke pusat dan tetangganya Burkina Faso dan Niger.

Warga sipil kerap kal menjadi sasaran pembalasan oleh para jihadis yang menuduh bahwa mereka telah bekerja sama dengan pihak musuh.

Beberapa daerah di negara itu, termasuk di bagian tengah, telah dikendalikan oleh para jihadis.

Militer telah menggulingkan pemerintah sipil pada tahun 2020 karena ketidakmampuannya untuk menghentikan kekerasan, dan mengatakan baha pemulihan keamanan ada prioritasnya.

Namun berbeda dengan kata pemerintah, warga sipil malah sering terjebak dalam baku tembak antara kelompok bersenjata, termasuk yang berafiliasi dengan Al-Qaeda dan ISIS.

Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *