-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-

Demonstrasi Anti-Lockdown di Melbourne Pecah, 235 Orang Ditangkap

Semprotan merica digunakan terhadap beberapa pengunjuk rasa anti-lockdown di Melbourne. [Gambar/EPA]
Semprotan merica digunakan terhadap beberapa pengunjuk rasa anti-lockdown di Melbourne. [Gambar/EPA]

DOXTIMES.COM – Polisi Australia setidaknya telah menangkap 235 orang di Melbourne dan 32 orang lainnya di Sydney saat demonstrasi anti-lockdown pecah pada, Sabtu (18/9/2921) kemarin.

Komandan Polisi Victoria, Mark Galliott mengatakan polisi telah mendakwa pengunjuk rasa dengan pelanggaran kriminal termasuk juga para pelaku yang membuat kekacauan, menyerang polisi, dan pelanggaran senjata hingga narkoba.

Galliot mengatakan setidaknya 10 petugas polisi terluka dan enam lainnya telah dibawa ke rumah sakit.

Dirinya juga membantah jika protes tersebut adalah suatu kebebasan, dia mengatakan orang-orang yang datang adalah orang yang agresif dan hanya untuk melawan polisi.

“Apa yang kami liat adalah polisi dan wanita diinjak-injak, yang mereka tidak datang untuk bekerja, mereka di sini untuk membantu mereka menjaga masyarakat tetap aman,” katanya.

Petugas menggunakan semprotan merica saat sekitar 700 orang berkumpul di Melbourne dan menahan beberapa demonstran setelah kericuhan terjadi antara polisi dan pengunjuk rasa.

“Apa yang kita lihat hari ini adalah sekelompok pengunjuk rasa yang berkumpul, bukan untuk memprotes kebebasan, tetapi hanya untuk melawan dan berkelahi dengan polisi,” kata Komandan Polisi Victoria, Mark Galliott.

Unjuk rasa terjadi saat kota tersebut memberlakukan lockdown keenam sejak pandemi dimulai, dengan negara bagian Victoria yang melaporkan lebih dari 500 kasus Covid-19 pada hari Sabtu.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.