-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-
Eropa, News  

Menguji Solidaritas, Biden Akan Berkunjung di Dekat Perbatasan Ukraina

Presiden Joe Biden melambai saat dia menaiki Air Force One di Pangkalan Angkatan Udara Andrews, Md., Rabu, 23 Maret 2022. Biden melakukan perjalanan ke Eropa untuk bertemu dengan rekan-rekan Dunia tentang invasi Rusia ke Ukraina. [Gemunu Amarasinghe / AP Photo]
Presiden Joe Biden melambai saat dia menaiki Air Force One di Pangkalan Angkatan Udara Andrews, Md., Rabu, 23 Maret 2022. Biden melakukan perjalanan ke Eropa untuk bertemu dengan rekan-rekan Dunia tentang invasi Rusia ke Ukraina. [Gemunu Amarasinghe / AP Photo]

DOXTIMES.COM – Presiden Amerika Serikat Joe Biden akan berkunjung ke sebuah kota di dekat perbatasan PolandiaUkraina pada Jumat (25 Mar), untuk mengirimkan sinyal solidaritas Barat kepada Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia yang semakin memanas.

Air Force One dikabarkan akan terbang membawa Presiden AS menuju kota Rzeszow di Polandia timur, berjarak kurang dari 80 kilometer (50 mil) dari Ukraina.

Perjalanan tersebut direncanakan sebagai tekad Washington untuk membela sekutu NATO, di tengah kekhawatiran perang yang berlangsung di Ukraina menjadi awal dimulainya perang dunia III.

Demi menghindari eskalasi lebih lanjut, para pemimpin Uni Eropa, NATO, dan G7 di Brussels mengatakan bahwa pihaknya menghindari permintaan Ukraina untuk mengirimkan sistem persenjataan yang lebih maju dan membuat kebijakan menyeluruh terhadap minyak dan gas Rusia pada pertemuan pada Kamis.

Baca juga:  Rusia Mengatakan Israel Mendukung neo-Nazi di Ukraina

Hal tersebut membuat Presiden Ukraina Volodymr Zelensky bertanya-tanya apakah beberapa sekutu, terutama di Eropa melakukan tindakan yang tepat.

“Anda telah menerapkan sanksi. Kami berterimakasih. Ini adalah langkah yang kuat. Tapi itu sedikit terlambat,” kata Zelensky kepada para pemimpin Uni Eropa.

Zelensky mengatakan bahwa lebih banyak senjata dan lebih banyak tekanan pada Rusia sangat dibutuhkan untuk membantu menyelamatkan kota-kota di Ukraina.

Beberapa pihak Barat tidak ingin mengirimkan persenjataan canggihnya ke Ukraina, mengingat hal itu dapat memicu eskalasi lebih lanjut dari Rusia.

Di Polandia, Biden akan bertemu dengan anggota Divisi Lintas Udara ke-82 AS. Dia juga akan mendapatkan pengarahan tentang situasi kemanusiaan di Ukraina, dengan lebih dari 3,5 juta orang keluar dari negara itu dan sebagian besar ke Polandia.

Baca juga:  Duta Besar Rusia untuk Polandia Disiram Cat Merah di Warsawa

Sebelumnya Rusia telah dituduh telah menggunakan bom fostor dan penembakan secara brutal di wilayah sipil, yang dianggap kejahatan perang oleh Amerika Serikat. Rusia dengan tegas menolak akan hal tersebut.

Para pemimpin NATO pada hari Kamis mengatakan akan meningkatkan pertahanan kimia dan nuklir mereka, serta pengerahan pasukan lebih lanjut ke Rumania, Hongaria, Slovakia, dan Bulgaria jika Rusia memperluas serangannya di luar Ukraina.

Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.