-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-

Sabuk Hitam Taekwondo Putin Dilucuti Karena Invasi ke Ukraina

Sabuk Hitam Taekwondo Putin Dilucuti Karena Invasi ke Ukraina. [Mikhail KLIMENTYEV / AFP]
Sabuk Hitam Taekwondo Putin Dilucuti Karena Invasi ke Ukraina. [Mikhail KLIMENTYEV / AFP]

DOXTIMES.COM – Sabuk Hitam Taekwondo Presiden Rusia Vladimir Putin telah dilucuti karena invasi negaranya ke Ukraina.

“Taekwondo Dunia mengutuk keras serangan brutal terhadap nyawa tak berdosa di Ukraina, yang bertentangan dengan visi Taekwondo dunia, perdamaian lebih berharga daripada kemenangan, dan nilai-nilai rasa hormat dan toleransi Taekwondo Dunia,” kata World Taekwondo dalam sebuah pernyataan.

“Dalam hal ini, Taekwondo Dunia telah memutuskan untuk manarik sabuk hitam dan kehormatan ke-9 yang dianugerahkan kepada Tuan Vladimir Putin pada November 2013,” tambahnya.

Badan itu juga mengatakan mereka tidak akan menyelenggarakan atau mengakui acara Taekwondo di Rusia dan Belarusia.

Pengumuman itu muncul setelah Federasi Judo Internasional mengatakan pada hari Minggu, bahwa pihaknya juga akan menangguhkan status Putin sebagai presiden kehormatan dan duta besar.

Baca juga:  Ukraina Berusaha Merebut Kembali Kota Mykolayiv

Tidak hanya itu saja, olahraga lain seperti FIFA dan UEFA juga telah menangguhkan tim dan klub nasional Rusia bertanding dalam kompetisi.

“FIFA dan UEFA hari ini telah memutuskan bersama bahwa semua tim Rusia, baik tim perwakilan nasional atau tim klub, akan ditangguhkan dari partisipasi dalam kompetisi FIFA dan UEFA hingga pemberitahuan leih lanjut,” kata kedua badan itu dalam sebuah pernyataan bersama.

Lebih lanjut, kedua badan itu menyatakan solidaritas penuh dengan semua orang yang terkena dampak di Ukraina

Persatua Sepak Bola Rusia menanggapi pernyataan tersebut, mengatakan bahwa langkah itu merupakan “diskriminatif”.

Sampai hari ini, Pasukan Rusia membombardir kota terbesar kedua di Ukraina, Kharkiv, menewaskan sedikitnya 1 warga sipil. Gubernur mengatakan bahwa Moskow menargetkan daerah pemukiman.

Baca juga:  Lavrov Rusia: Jangan Remehkan Ancaman Perang Nuklir

Baca pembaruan langsung tentang kondisi Ukraina-Rusia pada 1 Maret disini

Ikuti Twitter dan Instagram kami.

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.