-Gulirkan kebawah untuk melanjutkan-
Asia  

Bagian Pesawat yang Jatuh di Pegunungan Nepal Ditemukan

Bagian dari pesawat yang jatuh di pegunungan Nepal yang membawa 22 orang berhasil ditemukan.

Sebuah Tara Air DHC-6 Twin Otter mendarat di Pokhara, Nepal, pada 11 April 2022. Puing-puing turboprop Tara Air yang Hilang pada 29 Mei telah ditemukan. [Foto: Reuters]
Sebuah Tara Air DHC-6 Twin Otter mendarat di Pokhara, Nepal, pada 11 April 2022. Puing-puing turboprop Tara Air yang Hilang pada 29 Mei telah ditemukan. [Foto: Reuters]

DOXTIMES.COM – Bagian dari pesawat yang jatuh di pegunungan Nepal dan membawa 22 orang berhasil ditemukan pada Senin (30 Mei) berserakan di lerang gunung, kata tentara. Belum ada kabar terkini tentang mereka yang selamat.

Twin Otter turboprop Tara Air sedang dalam penerbangan 20 menit pada hari Minggu ketika dilaporkan hilang kontak saat terbang di area ngarai sungai dan puncak gunung tepat sebelum dijadwalan untuk mendarat.

Tentara mengatakan bahwa pesawat itu jatuh dinyataan jatuh di Sanosware di distri Mustang dekat kota pegunungan Jomsom setelah lepas landas dari kota resor Pokhara, 200 kilometer barat Kathmandu.

Sebuah foto dari udara yang diposting di Twitter dari loasi keelaaan menunjukkan bagian-bagian pesawat tersebar di seitar lereng gunung.

Baca juga:  Sempat Hilang Kontak, Pesawat Susi Air Mengalami Kecelakaan di Papua

Pencarian pesawat telah ditehntikan sementara karena cuaca buruk dan mulai gelap pada Minggu malam, lalu dilanjutkan pada hari Senin.

Menurut data pelacakan dari situs flightradar24.com, pesawat itu lepas landas dari Pokhara pada 09.55 waktu setempat dan mengiriman sinyal terahri pada 10.07 waktu setempat di ketinggian 12.825 kaki.

Dilaporkan empat orang India dan dua orang Jerman berada di pesawat tersebut. Tiga awak dan penumpang lainnya dalah warga negara Nepal.

Biasanya pesawat itu digunakan oleh para kalangan pejalan kaki asing yang ingin menelusuri jalur pegunungan dan juga para peziarah India dan Nepal yang ingin mengunjungi kuil Muktinath yang dihormati.

Pesawat Twin Otter awalnya dibangun oleh produsen pesawat Kanada De Havilland, dan telah beroperasi di Nepal selama sekitar 50 tahun, di mana selama itu telah terlibat seitar 21 kecelakaan, dikutip dari Aviationnepal.com.

Baca juga:  Sempat Hilang Kontak, Pesawat Susi Air Mengalami Kecelakaan di Papua

Segera diperbarui.

Ikuti Twitter dan Instagram kami

Bergabunglah dengan kami di Grup Telegram "Dox Times", dengan klik link berikut: https://t.me/doxtimes, lalu tekan join. Anda harus install aplikasi Telegram di ponsel terlebih dahulu, untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dan breaking news setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.